BETANEWS.ID, JEPARA – Sudah lima tahun air PDAM yang disalurkan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jungporo di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara tidak mengalir dengan lancar. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi ketika musim kemarau, tetapi juga saat musim hujan.
Direktur Utama Perumda Tirta Jungporo, Sapto Budirianto, mengakui, Desa Kedungmalang termasuk salah satu daerah yang membutuhkan penanganan khusus agar kebutuhan air bisa terpenuhi.
“Ada dua daerah yang cukup menjadi concern (karena airnya tidak bisa mengalir dengan lancar), salah satunya memang Kedungmalang. Kemudian satunya lagi Desa Ujungpandan, Kecamatan Welahan,” katanya saat ditemui di Kantor Perumda Tirta Jungporo, Jumat (6/9/2024).
Baca juga: 4.293 Warga Jepara Terdampak Kekeringan, Desa Clering Paling Parah
Menurutnya, air PDAM yang mengalir ke Desa Kedungmalang bersumber dari reservoir (tempat penyimpanan cadangan air) Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan. Suplainya berasal dari dari tiga sumur milik Perumda Tirta Jungporo di Kecamatan Welahan dan Pecangaan serta instalasi pengolahan air dekat Bendungan Sungai Bongpes.
Namun saat ini, instalasi pengolahan air tersebut sedang tidak beroperasi karena Sungai Bongpes yang menjadi jalur dari Sungai SWD II sedang dalam tahap normalisasi.
“Mudah-mudahan di akhir tahun setelah proses normalisasinya selesai, proses produksi air bisa maksimal, sehingga suplai air juga bisa lancar,” jelasnya.
Baca juga: Warga Kedungmalang Jepara Merana, Baru 5 Tahun Ini Selalu Alami Kekeringan
Kemudian saat musim hujan, ketika debir air sungai tinggi itu juga tidak bisa diolah karena airnya keruh. Air tersebut tidak bisa diolah oleh mesin instalasi air, sehingga produksi air menurun.
“Saat musim hujan karena luapan banjir airnya keruh bercampur dengan lumpur. Kalau tingkat kekeruhannya tinggi, kita kesulitan menjernihkan air tersebut,” ungkapnya.
Upaya yang ia lakukan yaitu dengan dropping air gratis bagi masyarakat yang menjadi pelanggan Perumda Tirta Jungporo.
Editor: Ahmad Muhlisin

