BETANEWS.ID, KUDUS – Ustaz asal Malaysia, Nur Azizi, belajar menghapal Al-Qur’an Metode Tahririyyah di Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Modern Pusat Kudus. Tak sendiri, ia juga membawa muridnya untuk belajar di pesantren asuhan Ustaz Muhammad Assiry itu.
Menurut Muhammad Assiry, Metode Tahririyyah merupakan metode menuliskan kembali hapalan Al-Qur’an yang sudah tersimpan di memori otak untuk ditulis manual secara imlaiyyah (menyalin pada buku tulis, dll) dengan benar tanpa melihat teks Al-Qura’n (bighairi nadzar).
“Metode ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan dan menguatkan hapalan sekaligus juga melatih santri agar juga bisa menulis Al-Qur’an secara benar. Karena Allah sendiri mengajarkan kita ilmu kepada manusia melalui perantara Qalam/Tulisan (Allama bilqalam),” jelasnya melalui siaran tertulis pada betanews.id, Selasa (13/8/2024).
Baca juga: Melihat Mushaf Akbar yang Dimiliki Museum Gusjigang Kudus
Assiry mengungkapkan, Metode Tahririyyah merupakan penggabungan metode tahfiz dan kaligrafi yang pertama kali ditemukan di Indonesia olehnya. Metode ini ai temukan setelah mimpi bertemu Rasulullah Muhammad SAW.
“Ustaz Nur Azizi datang untuk belajar Metode Tahririyyah yang akan dikembangkan di Malaysia dan dunia. Beliau juga tashih hafalan Al-Qur’annya untuk pengembangan dan penggabungan metode tahfiz dan kaligrafi,” bebernya.
Terpisah, Ustaz Nur Azizi berpesan kepada santri yang ingin sukses agar seyogyanya mengikuti arahan guru dan taat aturan pesantren agar terbuka/futuh ilmu-ilmu dari Allah untuk para santri.
“Belajar suatu ilmu itu mudah asal patuh pada gurunya. Disuruh apapun mengikuti, jangan sampai berkata tidak. Karena kalo mengedepankan ego nanti berkah ilmunya hilang,” pesannya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

