31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

13 Kecamatan di Jepara Siaga Kekeringan, BPBD Malah Tak Punya Mobil Tangki

BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menyebut 13 dari 16 Kecamatan berstatus siaga kekeringan.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Jepara, Muh Ali Wibowo, menjelaskan, status siaga kekeringan terhadap 13 kecamatan tersebut sesuai dengan catatan kekeringan pada tahun lalu.

Adapun 13 kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri, Pakisaji, Batealit, Kedung, Pecangaan, Welahan, Mayong, Nalumsari, Jepara, dan Karimunjawa.

-Advertisement-

Baca juga: 30 Daerah di Jateng Siaga Darurat Kekeringan

Saat ini pihaknya sudah mengajukan Surat Keputusan (SK) Bupati Siaga Kekeringan, tapi masih di proses pada bagian hukum Sekretariat Daerah (Setda) Jepara.

“Ada 13 dari 16 Kecamatan di Jepara ini rawan atau siaga kekeringan. Kendalanya, kita nggak punya armada. Dua buah truk tangki yang ada saat ini itu pinjaman dari BPBD Provinsi dan belum dihibahkan kepada kita,” katanya saat ditemui di Pantai Bandengan Jepara, Jumat (9/8/2024).

Selain itu, kondisi dari dua buah armada yang ada saat ini juga sering mengalami kerusakan. Terlebih ketika digunakan untuk menyalurkan air bersih ke wilayah Jepara yang medannya cukup berat dan jauh. Daerah itu berada di perbatasan Jepara bagian Utara, Timur, dan Selatan.

“Dua buah truk tangki yang ada saat ini usianya sudah tua, sehingga sering ada kendala teknis saat kita gunakan untuk dropping air. Padahal itu yang kita gunakan untuk pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari 13 kecamatan hingga saat ini baru satu desa yang mengajukan permintaan dropping air, yaitu Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo.

Dropping air di desa tersebut sudah dilakukan pada Selasa, (7/8/2024) lalu. Namun rencananya, dropping air di desa tersebut akan rutin dilakukan seminggu dua kali dan sekali kirim sebanyak 10 ribu liter air.

Baca juga: Wilayah yang Terdampak Kekeringan di Pati Makin Meluas, Kini Sudah Ada Tiga Kecamatan

“Saat ini (dropping) baru di Desa Sumberrejo. Total warga yang terdampak sebanyak 376 KK. Itu nanti akan rutin kita dropping seminggu dua kali,” jelasnya.

Pada tahun lalu, di desa tersebut memang sudah dilakukan pembangunan dua buah sumur bor. Namun, berdasarkan informasi yang ia dapat, dua sumur bor tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Makanya, warga Desa Sumberrejo masih kekurangan air saat memasuki musim kemarau.

“Minggu depan kalau tidak ada kendala kita cek langsung dua buah sumur yang tahun lalu sudah dibangun. Karena informasinya belum bisa dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER