31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Keren! Kopi Robusta Japan Kudus Tembus Pasar Mancanegara

BETANEWS.ID, KUDUS – Tanaman kopi menjadi salah satu potensi Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Terlebih, mayoritas warganya merupakan petani kopi. Bahkan kopi dari desa yang membranding diri dengan “Negeri Kopi Lestari” itu sudah tembus pasar luar negeri.

Tak hanya di negera yang serumpun dengan Indonesia (Asean), kopi asal Japan justru diminati sebagian besar Timur Tengah hingga Eropa. Namun, Desa Japan belum bisa memenuhi jumlah permintaan karena produksi yang masih terbatas.

Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso menuturkan, meski pasar kopi ke luar negeri tidak langsung dari warganya, tapi hal itu perlu diapresiasi. Sebab, sebagian tengkulak dari luar daerah yang mengambil kopi dari Japan, kebanyakan langsung dipasarkan ke luar negeri.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Kopi Tinggi, Warga Japan Antusias Gelar Tradisi Wiwit Kopi

“Ada permintaan dari Eropa cuma kita gak punya stok, (stok kopi) para petani sudah kosong semua. Untuk mitra yang menanyakan itu dari Rusia, sempat meminta informasi terkait dengan pengadaan petani stok sudah pada habis. Untuk lokal domestik Indonesia saja, kita masih kekurangan, dengan menjamurnya kedai kopi,” terangnya.

Sigit menjelaskan, sebagian besar varietas kopi yang ada di Desa Japan adalah jenis robusta. Bahkan, sekira 85 persen didominasi jenis tersebut. Sisanya baru varietas lain yaitu kopi jenis Arabika.

 “Per tahun kami bisa panen kurang lebih 300 ton lebih. Hasil panen itu dari keseluruhan petani yang jumlahnya sekitar 450 petani, mungkin lebih malah. Sedangkan untuk lahannya di atas 200 hektare meliputi tanah pajak dan tanah Perhutani,” jelasnya.

Baca juga: Harga Kopi di Pati Tembus Rp75 Ribu per Kilogram

Dengan penanaman sistem tumpang sari, kopi yang dihasilkan di Desa Japan memiliki rasa khas. Di samping tanaman kopi di sana, juga terdapat tanaman lain seperti jeruk pamelo, jagung, dan bermacam-macam tanaman lainnya. Hal itu justru, dapat membuat rasa kopi menjadi lebih enak.

Harga kopi yang kini melonjak hingga 200 persen, tentunya disambut baik, terutama bagi petani kopi di sana. Menurutnya, harga kopi saat ini mencapai lebih dari Rp70 ribu per kilogramnya atau naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.

“Dulu sekitar Rp30 ribu per kilo sekarang Rp70 ribu per kilo, jadi dua kali lipat lebih kenaikannya. Alhamdulillah petani kopi senang, makanya diadakan wiwit kopi, kan, masyarakat semangat. Harapannya tahun depan menggelar lebih meriah,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin  

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER