31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Siswa SMP Karimunjawa Sambat Tak Punya Gedung Lab Komputer, Ganjar: ‘Ya Nanti Kami Bangun’

BETANEWS.ID, JEPARA – Siswa SMPN 2 Karimunjawa, Jepara, berkeluh kesah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa (10/3/2020). Siswa bernama Andi Wahyu Saputra itu sambat karena sekolahnya tak memiliki gedung laboratorium komputer.

Dalam dialog antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan warga Desa Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara itu, Andi juga mengeluhkan minimnya tenaga pengajar di sekolah.

“Di sekolah kami hanya ada enam guru. Kami juga tidak memiliki gedung laboratorium komputer. Lab komputer hanya ada di gedung perpustakaan,” keluh Andi kepada Ganjar saat berdialog melalui teleconference.

-Advertisement-

Menanggapi keluhan tersebut, Ganjar menyatakan akan segera membangunkan gedung laboratorium untuk SMPN 2 Karimunjawa. Terkait dengan minimnya tenaga pengajar di sekolah itu, dirinya menyerahkan pada Pemerintah Kabupaten Jepara.

“Gedung nanti kita yang bangun. Untuk guru, biar nanti Pak Bupatinya karena SMP dibawah kabupaten,” ujar Ganjar.

Dialog tersebut digelar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Jawa Tengah. Musrenbangwil Wanarakuti-Banglor meliputi Juwana, Jepara, Kudus, Pati dan Rembang, Blora dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Jepara. Dialog dilakukan untuk menyerap aspirasi hingga di daerah terpencil.

Selain Andi, dalam dialog tersebut Ganjar juga mendengar sejumlah usulan dari masyarakat lain di Desa Parang. Satu di antara warga yang menyampaikan usulan yakni Susniwati. Dirinya meminta untuk pengadaan kapal ambulans sebagai sarana pelayanan kesehatan di desanya.

Baca juga: Pembangunan Pabrik Marak di Jateng, Adin Hysteria: ‘Jangan Hanya Bangun Pabrik Melulu’

“Pak Gubernur, kami butuh ambulans laut (kapal ambulans). Kapal itu untuk rujukan jika harus dibawa ke luar Pulau Parang, Pak,” pinta Susniwati kepada Ganjar.

Dia menceritakan, selama ini warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan kapal ambulans terpaksa harus menggunakan kapal nelayan. “Selama ini pakai kapal kayu, kapal nelayan. Bahkan pernah kita menangani ibu hamil, dan melahirkan di atas kapal,” katanya.

Butuh Anggaran yang Tinggi

Sementara itu, Kepala Desa Parang, Muh Zaenal Arifin menyampaikan bahwa pembangunan di desanya membutuhkan anggaran yang tinggi. Pihaknya ingin ada pembangunan dermaga, pembangunan embung tadah hujan, fasilitas internet dan penambahan kapasitas listrik.

“Usulan-usulan ini nanti akan bisa menunjang pengembangan sektor ekonomi, wisata dan pengembangan sumberdaya manusia. Di sini ada wisata seperti wisata batu merah, makanan khas pohong brosok, dan juga hasil kebun kedondong,” paparnya.

Terkait usulan tersebut, Ganjar menyatakan untuk pembangunan dermaga dan pengadaan ambulans, nanti akan dikoordinasikan berkait besaran anggaran dan lainnya. “Untuk dermaga nanti kita koordinasikan,” pungkas Ganjar.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER