BETANEWS.ID, PATI – Longsor di jalan Tambakromo–Maitan hingga kini belum ada perbaikan. Padahal, longsor di lokasi tersebut telah terjadi berbulan-bulan. Akibatnya, kondisi tersebut menganggu kenyamanan dan membahayakan pengendara sepeda motor maupun mobil.
Dari pantauan di lapangan, longsor tampak menggerus separuh dari badan jalan dengan panjang sekitar 15 meter dan kedalaman dua meter. Warga sekitar berusaha memperkeras bahu jalan sehingga bisa dilintasi. Meski begitu sejumlah kendaraan yang melintas terlihat harus tetap bergantian agar tak terperosok.
Baca Juga: Melihat Sendang di Pati Selatan yang Dipenuhi Puluhan Mesin Pompa Air
Akses jalan tersebut juga terlihat ramai kendaraan. Tak hanya roda dua, banyak juga roda empat bahkan truk yang melintas. Jalan tersebut memang menjadi alternatif Pati menuju ke Kabupaten Blora dan sebaliknya.
Sudamaji, perangkat Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo mengatakan, kondisi kerusakan akibat longsor itu memang cukup parah. Meski bisa dilewati kendaraan namun tetap berbahaya.
“Sisi bahu jalan yang tidak longsor memang telah diperkuat warga dengan batu padas, tapi kalau musim penghujan tentu berbahaya juga karena licin. Belum lagi dilewati kendaraan berat,” ujarnya, Rabu (24/7/2024).
Kondisi itu kian diperparah lantaran minimnya penerangan di jalan tersebut. Sehingga saat malam hari tentunya rawan terjadi kecelakaan. Terutama bagi pengendara yang tidak mengetahui medan maupun kerusakan jalan akibat longsor tersebut.
“Kami juga khawatir karena banyak truk muatan berat seperti tebu. Kadang ada yang mogok di sana karena memang tanjakan kalau dari arah Blora. Kami khawatir jika tiba-tiba mogok atau tak kuat nanjak hingga melorot sedangkan kondisi jalannya longsor,” imbuhnya.
Oleh karenanya, dia berharap agar kondisi longsor itu bisa segera dilakukan perbaikan. Sehingga masyarakat bisa lebih nyaman dan aman saat melintasi jalan Tambakromo – Maitan tersebut. Dia juga berharap ada rambu peringatan di sekitar lokasi longsor.
“Kami justru khawatir kalau nantinya terjadi longsor lagi, kerusakan tambah parah tentu menyulitkan kendaraan yang ingin melintas. Selain itu tentu menganggu perekonomian warga, menyulitkan siswa yang berangkat sekolah belum lagi jalur ini sering dilewati truk pengangkut hasil bumi maupun bus wisatawan maupun peziarah,” ucapnya.
Baca Juga: Debit Waduk Gembong Susut hingga 2,8 Juta Metrer Kubik
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati Hasto Utomo mengatakan, terkait kerusakan jalan itu pihaknya tengah mengusulkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan tahun 2024.
“Kami usulkan untuk perbaikan talud serta rehabilitasi jalan Tambakromo batas Grobogan senilai Rp500 juta,” sebutnya.
Editor: Haikal Rosyada

