Santri Kajen Luncurkan Buku Sulur Perjuangan, Kisahkan Perjalanan Dakwah Mbah Mutamakkin

BETANEWS.ID, PATI – Sosok Syekh Ahmad Mutamakkin dikenal banyak orang sebagai salah satu ulama besar, khususnya masyarakat di Kabupaten Pati. Sosok ulama tersohor ini pun menginspirasi Muhammad Naufal Zain, seorang santri Kajen untuk melahirkan novel berjudul “Sulur Perjuangan”.

Novel berlatar sejarah itu dilaunching pada momen Muharram tepat saat diperingatinya Haul Syekh Ahmad Mutamakkin. Novel itu mengisahkan Mbah Muttamakin pembabat Desa Kajen yang kini terdapat 60 lebih pondok pesantren.

Baca Juga: Polisi Periksa 11 Saksi Keracunan Massal Ratusan Karyawan PT Sejin

-Advertisement-

Naufal, santri Mathaliul Falah itu menyebut, novel Sulur Perjuangan menjadi salah satu upaya untuk meninggalkan kesejarahan bagi santri Kajen. Terlebih masih ada sejumlah santri Kajen yang belum mengetahui sejarah Kajen beserta para masyayikhnya.

“Isi novel itu mewakili judulnya. Yakni sulur yang berarti tanaman yang merambat, mengakar, meliuk dan kuat. Sementara perjuangan merujuk pada perjuangan yang dimulai Syekh Ahmad Mutamakkin. Di mana beliau berjuang mendirikan peradaban keislaman di berbagai daerah. Mulai dari Tuban, Rembang hingga akhirnya di Kajen,” ujarnya, Kamis (18/7/2024).

Dalam novel setebal 530 halaman itu juga menceritakan pengalaman Mbah Mutamakkin saat menghadapi serentetan fitnah hingga terancam dibakar hidup-hidup. Tak berhenti, di kisah Mbah Mutamakkin saja, novel itu juga menceritakan beberapa generasi di bawahnya.

“Kisahnya berlanjut pada Kiai Abdussalam dan dua putranya yakni Kiai Mahfudh Salam dan Kiai Abdullah Zein Salam,” imbuhnya.

Naufal menceritakan, Kiai Abdussalam memiliki peranan dalam membangun peradaban ilmu. Yakni saat mendirikan sekolah Arab. Dalam novel itu diceritakan pula, perjuangan hingga jatuh bangun Kiai Abdussalam saat mendirikan sekolah Arab tersebut.

“Perjuangannya dilanjutkan Kiai Mahfudh Salam yang mewarisi sekolah Arab itu di tengah serentetan teror dari belanda. Bahkan harus ditangkap, disiksa, hingga melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Seusai kisah Kiai Abdussalam dan Kiai Mahfudh Salam, novel itu dilanjutkan menceritakan perjuangan Kiai Abdullah Zein Salam. Di mana saat masih berusia muda, harus melanjutkan perjuangan dakwah tersebut.

“Tiga tokoh itu juga bersumber dari Mbah Ahmad Mutamakkin. Di mana seperti sulur, meliuk-liuk dari generasi ke generasi hingga berlanjut ke santri Kajen sekarang ini,” sebutnya.

Dia menyebut, membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan hingga karya tersebut mampu diluncurkan. Karya itu dikatakannya akan disusul dua novel biografi lainnya. Yakni Kiai Nafi Abdillah dan Kiai Sahal Mahfud.

Baca Juga: Korban Keracunan Massal di PT Senjin Capai 310 Orang

“Sebenarnya awalnya ingin membuat biografi Kiai Nafi Abdillah. Setelah melakukan riset, rupanya saya baru sadar tidak afdol jika tidak membuat Mbah Mutamakkin terlebih dahulu,” terangnya.

Novel Sulur Perjuangan isengaja diterbitkan saat Muharram untuk ikut meramaikan haul Mbah Mutamakkin.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER