BETANEWS.ID, KUDUS – Suara lalu lalalng kendaraan terdengar dari sebuah toko di tepi jalan Jl. Dawe-Cranggang, Desa Lau, RT 01 RW 06, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di ruang tamu terlihat seorang wanita berambut panjang mengenakan kaus merah sedang memotong pita. Dia adalah Ika Larasati (24) pemilik Tegar Store.

Ika begitu dia akrab disapa berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya itu. Sejak sekolah menengah pertama (SMP) kelas IX dia sudah membuka jasa service HP. Pada tahun 2017, Ika beralih ke produksi kerajinan, karena menurutnya service HP lebih rumit.
“Kadang juga ada yang udah jadi tapi tidak diambil-ambil. Sudah saya cek semua normal, ada yang dibawa pulang malah rusak lagi. Lebih rumit, enak membuat kerajinan seperti ini, jadi langsung dibayar,” terangnya, Jumat (21/2/2020).

Harga buket paling murah adalah buket snack, harganya mulai Rp 10 ribu, paling mahal buket make up Rp 600 ribu. Selain itu dia juga membuat art work, untuk gambar satu orang Rp 65 ribu, dan jika lebih banyak orang di gambarnya bisa lebih mahal.
Anak pertama dari dua bersaudara itu juga merinci produk yang lain, seperti plan art mulai Rp 85 ribu hingga Rp 150 ribu. Explosion box mulai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu, boneka profesi Rp 35 ribu hingga Rp 350 ribu. Undangan seribu rupiah hingga empat ribu, dan mahar Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu.
“Awalnya saya ikut pelatihan membuat prakarya, kemudian saya tekuni dan buka usaha ini. Saya promosi lewat expo, dan semenjak aktif ikut expo produk saya jadi lebih dikenal. Rata-rata omzet saya per bulan sekitar Rp 4,5 juta, dan pada momen wisuda biasanya lebih dari itu,” ungkapnya.
Menurutnya, kelebihan di Tegar Store pada kerapian dan bisa menyesuaikan dana pelanggan. Ika juga menambahkan, jika setiap hari minimal ada dua pelanggan. Selain membuka toko dia memasarkan secara online.
“Kalau sudah ada bahannya saya juga menerima jasa setting, biasanya mahar yang seperti itu. Saat ini reseller saya ada skitar 10 orang. Ada juga beberapa yang membantu produksi bagian memotong pita tapi dibawa pulang,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

