BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mengimbau warga untuk mewaspadai bencana kekeringan. Mengingat, dua kabupaten sekitar, yaitu Pati dan Grobogan sudah kekurangan air sejak dua bulan lalu.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menjelaskan, selain imbauan kepada warga yang berada di daerah rawan kekeringan, pihaknya juga sudah menyiapkan tandon untuk dropping air bersih.
“Kami sudah menyiapkan dropping air ke daerah yang memang krisis air bersih. Jadi meski saat ini belum terjadi kekeringan, harus mempersiapkan diri,” katanya, belum lama ini.
Baca juga: Sejumlah Wilayah di Kabupaten Pati Mulai Dilanda Kekeringan
Munaji menyebut, puncak terjadinya kekeringan di Kudus mulai berlangsung Juli hingga Agustus. Tahun ini, sesuai rilis BMKG, bencana kekeringan lebih soft atau kering tapi lebih sedikit waktunya.
Ia menuturkan, di Kudus ada tiga kecamatan yang jadi langganan kekeringan, yaitu Undaan, Jekulo, dan Kaliwungu.
“Seperti tahun kemarin ada 8 desa yang terdampak kekeringan. Kecamatan Kaliwungu ada tiga desa, Kecamatan Undaan ada dua desa, dan Kecamatan Jekulo ada satu desa,” rincinya.
Ia menambahkan, untuk antisipasi penanganan kekeringan di musim kemarau, BPBD Kabupaten Kudus telah bekerjasama dengan pihak CSR untuk menyiapkan air bersih bagi yang membutuhkan. Menurutnya, ada tiga juta liter air bersih sebagai langkah antisipasi. Dua juta liter dari CSR dan satu juta liter lainnya dari BPBD Kudus.
Baca juga: Kekeringan, Warga Tambakromo Pati Terpaksa Cari Air hingga 5 Km
Sementara untuk masalah kebakaran, pihaknya meminta sinergitas antara Kades, Babinkamtibmas, dan seluruh masyarakat di masing-masing daerah untuk tidak menimbulkan kebakaran.
“Contohnya, tidak ada pembakaran lahan, terutama kepada anak kecil yang bermain korek yang bisa mengakibatkan terjadinya hal yang tak diinginkan,” pesannya
Editor: Ahmad Muhlisin

