BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Situs Purbakala Patiayam tahun ini berencana mengajukan Register Nasional (Regnas) Cagar Budaya beberapa koleksi fosil purba. Mengingat, sampai saat ini baru ada 17 dari puluhan ribu fosil yang telah mendapat predikat itu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum dan Taman Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Sudarman, menjelaskan, sebagain kecil koleksi fosil sudah mendapatkan Regnas Cagar Budaya. Selain itu, beberapa koleksi juga sudah mendapatkan surat keputusan (SK) cagar budaya dari Bupati Kudus sejak 2020 lalu.

“Saat ini yang sudah terdaftar di Registrasi Nasional Cagar Budaya itu ada 17 fosil. Harapannya nanti ke depan yang dimasukin bertambah, terlebih untuk fosil yang kita daftarkan ke Registrasi Nasional,” ungkapnya di Museum Patiayam, Senin (3/6/2024).
Baca juga: Museum Sangiran Kaji 35 Fosil Temuan di Situs Patiayam
Ia menjelaskan, untuk tahun ini target yang ditetapkan untuk pengajuan Regnas kurang lebih 40-50 koleksi fosil purba. Jumlah tersebut termasuk dengan total kegiatan yang dilakukan tahun sebelumnya.
“Rencananya tahun ini mengajukan sekitar 40-50 fosil. Karena untuk tahun kemarin ditutup untuk pengajuan Register Nasional. Mudah-mudahan di tahun ini bisa mendaftarkan registrasi nasional,” tutur warga Kabupaten Demak tersebut.
Menurutnya, berbagai kegiatan untuk tahapan pengajuan proses Register Nasional itu telah ia jalankan, yaitu konservasi, inventarisasi, hingga kegiatan kajian koleksi. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dengan dukungan dana alokasi khusus (DAK) Nonfisik.
Baca juga: 17 Fosil Purba Museum Patiayam Sudah Mendapat SK Cagar Budaya
Pamong Budaya Ahli Pertama MCB Sangiran Klaster Krikilan, Reza Andrea Syahputra menambahkan, kegiatan kajian yang dilakukan tersebut dengan tujuan untuk bisa melewati tahapan proses pengajuan Regnas Cagar Budaya. Sebab, sebelum adanya kegiatan kajian, juga dilakukan kegiatan seperti konservasi dan inventarisasi.
“Kegiatan ini juga bisa untuk pengajuan registrasi Nasional Cagar Budaya dari fosil-fosil tinggalan di Museum Situs Purbakala Patiayam,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

