BETANEWS.ID, KUDUS – Warga kembali menemukan fosil purba di Situs Purbakala Patiayam. Penemuan fosil di lahan milik warga itu terjadi dua pekan lalu. Penemuan fosil ini memang cuku sering terjadi di situs yang berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam, Jamin mengatakan, usai mendapat laporan dari warga, pihaknya kemudian mensurvei lokasi penemuan fosil. Lantaran posisi dalam keadaan rawan akan alam maupun kejahilan orang, pihaknya kemudian melakukan penyelamatan pada Kamis (23/5)2024).

“Temuan berada dalam posisi rawan, dalam arti rawan dari alam (panas dan hujan) maupun rawan kejahilan orang. Karena posisi sudah kelihatan, sehingga ditindaklanjuti untuk penyelamatan darurat,” bebernya, Rabu (29/5/2024).
Baca juga: Museum Situs Purbakala Patiayam Lakukan Inventarisasi Fosil
Menurutnya, pengambilan fosil itu membutuhkan waktu selama 3-4 jam. Evakuasi yang dilakukan oleh tiga orang itu menggunakan larutan bahan kimia bernama polioretan. Penggunaan bahan tersebut dengan maksud meminimalisir kerusakan fosil. Sebab, fosil yang ditemukan dalam kondisi keutuhan 50 persen.
“Fosil yang ditemukan merupakan spesies dari gajah Stegodon Trigonocephalus dengan fragmen palpies (tulang pinggul). Cuma, ya, hanya separuh saja atau 50 persennya. Penyelamatan kita mengunakan bahan kimia untuk memperkecil kerusakan saat dibawa ke museum untuk perawatan lebih lanjut,” ungkapnya.
Fosil yang diperkirakan pernah hidup di zaman pleistosen tersebut ditemukan di lokasi milik warga Dukuh Kaliwuluh, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Menurutnya, fosil ditemukan atas nama Untung yang merupakan warga setempat.
Baca juga: 639 Koleksi Kertas Museum Kretek Butuh Konservasi, tapi Tahun Ini Hanya Fokus 40 Koleksi
“Untuk panjang dan lebar fosil, kita belum mengetahui secara detail, karena masih dalam bungkusan polioretan. Tapi perkiraan untuk panjang sekitar 50-60 sentimeter, sementara untuk lebarnya sekitar 30-40 sentimeter,” tuturnya.
Ia menambahkan, untuk proses selanjutnya akan ada proses konservasi koleksi untuk memperlihatkan jenis fosilnya. Proses ini penting untuk mengidentifikasi fosil sampai layak ditayangkan di Museum Patiayam. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

