BETANEWS.ID, JEPARA – Pemilik PO Bejeu Jepara, M Iqbal Tosin ikut meramaikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November mendatang dengan mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup). Namun, langkahnya sedikit berbeda dibanding bakal calon lainnya.
Pada Senin (27/5/2024) kemarin, Iqbal mendatangi langsung Panti Marhaen atau Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah di Kota Semarang untuk mendaftar penjaringan. Sebab, pendaftaran penjaringan Pilkada di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Jepara telah ditutup pada 30 April 2024 lalu.
“Saya sudah mendaftar di DPC PPP dan DPC Golkar. Saat ini di PDIP. Komunikasi ini harus kami lakukan,” katanya, Selasa (28/5/2024).
Baca juga: Didukung Anggota Santri Gayeng, Kiai Muda Jepara Mantap Nyabup Lewat PPP
Namun, apapun nanti hasil rekomendasi dari Dewan Pimipinan Pusat (DPP) masing-masing partai, ia akan tetap menghormati. Fokusnya saat ini menjelang pendaftaran pasangan calon Pilkada adalah menjalin komunikasi dengan berbagai parpol sebagai upaya untuk menjaga kepercayaan dari berbagai pihak yang mendorong dirinya maju.
Terdapat tiga poin yang akan menjadi fokusnya jika nanti mendapat mandat sebagai Bupati Jepara. Pertama, terkait dengan industri ukir yang selama ini telah terjadi pergesaran branding, dari yang semula Jepara Kota Ukir menjadi Jepara Mempesona.
“Kita harus mengembalikan tagline (julukan) Jepara Kota Ukir. Soalnya brand itu mahal. Untuk menjadikan tagline Jepara Kota Ukir yang tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi di luar negeri,” katanya.
Sebab, menurutnya, pendapatan tertinggi di Kabupaten Jepara saat ini masih didominasi dari sektor kayu, berupa ukir atau furnitur. Sehingga, ia optimis bahwa industri ukir dan furnitur masih bisa dibangkitkan untuk menjadi andalan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kemudian, kedua terkait sektor pariwisata. Ia mengatakan bahwa sektor pariwisata di Jepara tidak bisa disamakan dengan Bali. Karena kearifan lokal dan karakter masyarakat Bumi Kartini masih sangat kental dengan nilai religiusitasnya.
Baca juga: Ngaku Loyalis Partai, Jadug Nyatakan Hanya Nyalon Bupati Lewat PPP
“Alangkah baiknya kita dorong ke wisata religi, karena setiap desa di Kabupaten Jepara memiliki makam leluhur yang dipercaya sebagai tokoh yang mbabat alas desa itu,” ujarnya.
Terakhir, ia ingin agar industri diklasterisasi berdasarkan besaran modal setiap perusahaan. Misalnya perusahaan yang modalnya di atas Rp 50 miliar harus ditempatkan di kawasan industri khusus atau kawasan ekonomi khusus.
“Kawasan industri ini harus kita tata sebaik mungkin. Harus ada pemerataan sesuai dengan aturan. Industri harus berpihak kepada masyarakat lokal. Tapi yang paling penting, pendirian industri tidak boleh mengganggu lingkungan hidup, apapun alasannya,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

