BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah bakal mengadakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) pada Kamis, (13/6/2024) di Gedung Ratu Shima, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini ditujukan agar para nelayan bisa memperluas pengetahuan terkait perubahan iklim serta cuaca.
Kepala BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman, mengatakan, kondisi iklim dan cuaca saat ini sudah mengalami perubahan. Sedangkan kondisi di lapangan, masih banyak nelayan yang melaut hanya dengan mengandalkan ilmu titen.
“Dalam SLCN ini, nelayan akan diajari berbagai keterampilan penting, termasuk cara membaca gelombang laut, mengidentifikasi daerah tangkapan ikan yang potensial, serta memahami peta gelombang” katanya saat melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara, di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Jepara, Senin (27/05/2024).
Baca juga: Dapat Bantuan Rp3,6 M, Pantai Bandengan Bakal Dipercantik
Program tersebut, menurutnya, merupakan langkah konkret dalam mendukung keselamatan nelayan dan meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
“Kami berharap dengan adanya Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini, para nelayan dapat informasi terkini dari kita dan mengatur cara mereka melaut supaya lebih siap dan terlatih dalam menghadapi berbagai kondisi laut dan cuaca terutama untuk keselamatan mereka,” ujarnya.
BMKG nantinya juga akan menyediakan aplikasi di mana nelayan bisa mengetahui posisi ikan yang sudah terintegrasi dengan kondisi cuaca. Data tersebut diperoleh dengan menghimpun data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko, yang mewakili Pj Bupati Jepara menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap melalui sekolah nelayan nantinya bisa memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
Baca juga: Resmi Dicabut, LPS Mulai Siapkan Pencairan Dana Nasabah Bank Jepara Artha
“Kami dari Pemda sangat menyambut baik dan kami akan mendukung program ini. Kami telah diinformasikan lama tentang cuaca terhadap nelayan melalui gps untuk mengetahui posisi ikan, sehingga nelayan tinggal menangkap saja” ungkapnya.
Ke depan, ia juga meminta agar kegiatan tersebut ditujukan bagi para petani garam yang lahannya banyak berada di Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.
Editor: Ahmad Muhlisin

