BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah kayu berbentuk bulat terlihat di sebuah rumah di Desa Gulang, RT 06 RW 01, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Seorang pria tampak mengambil kayu-kayu tersebut kemudian dilubangi. Dia adalah Soleh (46) perajin tasbih.
Sambil merangkai tasbih, dia bercerita tentang usaha kerajinan tasbih tersebut. Selain tasbih, Soleh juga membuat beberapa alat pijat refleksi, seperti untuk pijat punggung, kaki dan jenis rol. Bahan baku yang digunakan adalah limbah kayu yang biasanya digunakan untuk kayu bakar.
Bahan kayu tersebut dia beli dari daerah Jepara dan Pati. Selain menerima pesanan dari pengepul, Soleh juga menerima pesanan dari perorangan. Dia manambahkan, bahwa dirinya mampu melayani segala macam jenis pesanan bubut kayu.
“Kalau pesan di sini biasanya saya minta waktu selama lima hari hingga satu pekan. Saya khawatir jika pelanggan datang dan barangnya belum jadi, makanya saya minta menunggu sedikit lama agar pelanggan tidak kecewa,” ungkapnya kepada betanews.id, Rabu (12/2/2020).
Sepengetahuan Soleh, produk buatannya dijual di tempat-tempat wisata religi seperti tempat ziarah Walisongo. Saat ini, dia mengaku kewalahan memenuhi pesanan, karena semua dikerjakan sendiri. Menurutnya, mencari karyawan saat ini sulit, karena anak muda sekarang lebih memilih kerja pabrik.
“Pesanan sih ada terus, saya sampai kewalahan. Dulu saya pernah punya karyawan, sejak orangnya kecelakaan sudah tidak lagi membantu saya. Mencari karyawan sekarang susah, anak muda sekarang lebih suka kerja yang berangkat bersih pulang bersih,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

