BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang paruh baya tampak sedang memilih pakaian bekas yang dijajakan di pinggir Jalan Besito, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Setelah memilih pakaian, mereka pun tampak bergantian membayar kepada seorang pria. Dia adalah Fadli (40), pemilik Local Thriftshop.
Menurut Fadli, pakaian yang ia jual merupakan pakaian yang masih layak pakai. Berhubung harganya murah, lapaknya itu menjadi jujugan para petani yang mencari pakaian untuk dipakai ke sawah.
“Pelanggan saya kebanyakan, ya, orang tua. Mayoritas pekerjaan mereka itu petani. Jadi kalau mau cari telesan ke sini. Mungkin karena harganya yang murah, jadi tidak sayang kalau dipakai ke sawah,” bebernya, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Cuci Sepatu Mulai Rp15 Ribu di Lotshoes.id, Kurang Bersih dan Wangi Bisa Dikembalikan
Fadli melanjutkan, pakaian yang dijual tidak hanya kaus oblong yang biasa dibeli para petani, tapi ada juga kemeja, jaket, celana panjang dan pendek.
“Kalau yang paling laris itu malah celana panjangnya. Biasanya petani belinya satu paket, celana panjang dan kaus oblong. Harganya sangat murah, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Sesuai kondisi barang lah,” ujarnya.
Fadli menambahkan, pakaian tersebut ia dapatkan dari Kabupaten Pati. Harganya bisa sangat murah dikarenakan pakaian-pakaian itu produk dalam negeri.
“Kalau bisanya pakaian bekas yang agak mahal itu kan pakaian branded. Kalau ini pakaian lokalan, jadi harganya murah,” katanya.
Baca juga: Cuci Ekpres Satu Hari Jadi di Nuza Laundry Hanya Rp9 Ribu per Kilogram
Meski penjualannya tidak menentu, ia mengaku pasti dapat menjual pakaian setiap hari. Berhubung Fadli berjualan di pinggir jalan, sehingga banyak orang yang melihat dan mampir ke sana.
“Saya mulai buka pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Konsumen ada aja sih, tiap hari pasti ada yang beli. Mungkin karena saya jualannya di pinggir jalan, trus orang orang yang lewat pada mampir,” tambahnya.
Penulis: Mahk Yudhin Aziz, Mahasiswa Magang UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

