BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bakal rutin mengadakan festival budaya untuk mempromosikan tempat pariwisata.
Asisten Perekonomian dan Pengembangan SDA, Setda Jepara, Hery Yulianto, mengatakan, festival budaya nantinya akan menampilkan kekayaan warisan budaya di Jepara yang digelar di tempat wisata.
“Kegiatan gelar budaya (rencananya) dilakukan secara berkala atau rutin, mengusung semua kearifan lokal yang ada di desa,” katanya, Kamis (9/5/2024).
Baca juga: Pemecahan Rekor MURI di Pantai Bandengan Ditarget Tarik hingga 8 Ribu Wisatawan
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan juga mampu mendorong peningkatan ekonomi para pelaku UMKM yang ada di tempat wisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Muh Eko Udyyono, menambahkan, kegiatan tersebut rencana akan digelar rutin secara bergilir di masing-masing tempat pariwisata yang dikelola oleh Pemkab.
Total terdapat enam tempat pariwisata yaitu, Pantai Kartini, Museum Kartini, Pantai Bandengan, Pantai Pungkruk, Benteng Portugism dan Goa Tritip.
Dari enam tempat wisata tersebut, dua tempat pariwisata belum dapat ditarik biaya tiket masuk secara penuh, karena masih terbatasnya pengelolaan.
“Melalui kegiatan tersebut harapannya bisa mempromosikan tempat wisatanya sekaligus mengenalkan kekayaan budaya yang ada di Jepara, sehingga semua bisa terakomodir,” katanya.
Baca juga: 6.300 Perempuan Berkebaya Bakal Seduh dan Minum Kopi untuk Pecahkan Rekor MURI
Menurutnya, masing-masing daerah di Jepara memiliki kekayaan warisan budaya yang perlu untuk dilestarikan. Meskipun di beberapa daerah, warisan budaya tersebut masih rutin diadakan oleh masyarakat setempat setiap satu tahun sekali, yaitu pada momen sedekah bumi.
Seperti Perang Obor, di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan; Jembul Tulakan, di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo; Jembul Banyumanis, di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo; Memeden Gadhu, di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri.
“Budaya-budaya tersebut yang nantinya ingin kita tampilkan agar warisan budaya di Jepara bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

