Biasa Jadi Sampah dan Berceceran, Daun Bambu Ternyata Bisa Hasilkan Cuan, Kok Bisa?

BETANEWS.ID, KUDUS – Biasa jadi sampah dan berceceran dimana-mana, daun bambu ternyata dapat menghasilkan uang oleh salah satu warga Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Dia adalah Ali Mahmudi, yang sudah lama melayani pesanan daun bambu untuk alas bandeng presto.

Memiliki tekstur yang lebih kaku saat dibuat alas bandeng presto dibandingkan dengan daun pisang, daun bambu juga dapat digunakan sebagai bungkus makanan khas Tionghoa yaitu bacang. Bahkan untuk harganya daun bambu per 100 lembar dipatok dengan harga yang lumayan yaitu Rp6 ribu.

-Advertisement-

Baca Juga: Sarung Batik Rekso Manah dan Dlimo Moncer Jadi Primadona di Sarung Al Hazmi

Ali mengatakan, pihaknya sudah lama melayani pesanan daun bambu untuk pelaku usaha bandeng presto. Kualitas daun bambu yang ada di sekitar Desa Gondangmanis bagus, sehingga pelaku usaha Bandeng Presto Pak Kumis, sering memesan di sana.

“Sudah lama, hampir enam bulan ini. Untuk musim penghujan agak mudah, karena yang baru tumbuh juga banyak. Tapi kalau sudah musim kemarau ya memang harus manjat pohon biar dapat yang kualitasnya bagus,” bebernya saat ditemui sembari gunting daun bambu, Sabtu (4/5/2024).

Ia mengaku, setiap sepekan sekali ia selalu ada pesanan untuk mengirim daun bambu sebanyak 1.500 lembar atau 15 ikat. Bambu yang banyak tumbuh di sekitar rumahnya itupun seolah bisa menjadi tambahan penghasilan untuk keluarganya.

“Untuk membantu perekonomian bisa lah, tapi saat-saat ini sebagai sumber kebutuhan pokok memang belum bisa. Karena pesanan hanya datang sepekan sekali,” ungkapnya.

Ia menuturkan, saat ini memang masih baru satu pelaku usaha yang sering memesan kepada dirinya. Namun tak menutup kemungkinan, ia juga melayani pemesanan daun bambu bagi siapa saja yang membutuhkan. Termasuk melalui online yang saat ini dipasarkan oleh saudaranya.

“Untuk pangsa pasar saya kurang tahu juga, tapi yang sudah saya lakukan ini ada pesanan setiap sepekan sekali. Untuk waktu memang agak lama, butuh satu hari, untuk mencari daun bambu hingga siap kirim” tuturnya.

Baca Juga: Menara Aquatic, Jujugan Pencari Ikan Hias yang Harganya Ramah Kantong Orang Kudus

Ali mencerikan, awal mulai melayani pesanan daun bambu, sejak ada seorang teman yang juga pelaku usaha bandeng presto berkunjung. Melihat ada banyak bambu yang tumbuh di sekitar rumahnya, pelaku usaha tersebut kemudian tertarik dan membutuhkan daun bambu sebagai alas bandeng presto.

“Tapi sebelumnya, teman (pelaku usaha) sudah terlebih dahulu memesan di tempat lain. Melihat kualitas daun bambu yang panjang dan lebar, kemudian langsung pesan kesini hingga saat ini,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER