31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kue Larut Khas Lebaran yang Tak Hilang Dimakan Zaman

BETANEWS.ID, JEPARA – Kue Larut merupakan jajanan khas Lebaran yang banyak ditemui di Kabupaten Jepara. Menjelang Hari Raya Idulfitri, para produsen kue larut selalu kebanjiran pesanan, yang menandakan kue tradisional ini tidak hilang dimakan zaman.

Salah satu produsen kue larut, Mursid Al-Misbah (56), mengatakan, pada momen Lebaran kali ini ia memproduksi 3,6 kuintal kue larut. Pesanan tersebut sebenarnya bisa bertambah banyak, tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga ia harus menolak pembeli.

“Bikin larut prosesnya juga lama, tepung arennya harus disangrai dulu, terus santan dicampur gula direbus sampai mau keluar minyak, belum lagi mixer telur sekitar 1,5 jam. Baru nanti semua bahan dicampur jadi satu, diuleni sampai kalis,” jelasnya pemilik Milna Bolu itu, Selasa (19/3/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Cokelat Karakter Nurry Choco Ini Jadi Hampers Primadona untuk Orang Tersayang

3,6 kuintal larut tersebut ia produksi selama enam hari, dengan per harinya mampu menghasilkan 60 kilogram. Kue itu ia buat dari bahan 15 buah kelapa, 20 Kg gula pasir, 6 Kg telur, dan 50 Kg tepung aren.

“Bahannya lebih banyak, total 91 Kg. Tapi karena dipanggang, nyusut, matangnya jadi 60 Kg larut,” jelas warga Desa Welahan RT 5 RW 1, Jalan Kali Boom Lama, Kecamatan Welahan itu.

Kue larut tersebut, ia jual kepada para pedagang tradisional mulai dari Pasar Welahan, Kalinyamat, hingga Mayong dengan kemasan setengah kilogram dengan harga Rp40 ribu per kilogram.

Baca juga: Hampers Lebaran Sajadah Tenun dari Nay Collection yang Unik nan Menarik

Selain memproduksi kue larut, setiap harinya ia memproduksi kue kering tradisional lain seperti, bolu cuplik dan bolu kering. Pada momen Lebaran ini, ia produksi bolu cuplik sebanyak 2.000 biji per hari, sedangkan untuk bolu kering sebanyak 1 kuintal.

“Masing-masing jenis selama puasa bikinnya enam hari, dan khusus yang diproduksi kalau pas Lebaran cuma Larut aja. Kalau yang dua, setiap hari selalu produksi,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER