BETANEWS.ID, KUDUS – Akses utama jalan yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Grobogan, tepatnya di Desa Tanjungkarang kini terendam banjir. Banyak kendaraan mogok di tengah jalan, lantaran ketinggian air mencapai setengah meter.
Salah satu warga, Agus mengatakan, banjir terjadi sejak Kamis (14/3/2024). Banjir tersebut akibat intensitas curah hujan yang tinggi.
Baca Juga: Belum Ada Bantuan, Korban Banjir Kudus Sahur Hanya dengan Nasi dan Sambal
Hal itu sudah menjadi hal yang biasa dan wajar, karena Desa Tanjungkarang menjadi desa langganan banjir setiap musim penghujan.
“Jalan mulai terendam mulai kemarin pagi sampai sekarang, air semakin naik. Kemarin pagi jalan masih kelihatan dan masih bisa dilalui. Ketinggian 40 centimeter di depan Tanjung Matra. Dengan banjir itu sepeda motor banyak yang mogok, tapi mobil masih bisa lewat,” katanya saat ditemui, Jumat (15/3/2024).
Ia menjelaskan, lalu lintas akan macet di kala jam pulang kerja yaitu sekitar pukul 16.00 WIB. Meski begitu, kemacetan tak berlangsung lama. Setidaknya setengah hingga satu jam jalan bisa dilalui dengan lancar.
“Kalau memang pulang kerja ya macet jalannya. Sekitar jam 4, lalu setengah sampai satu jam bisa lancar lagi. Kalau tahun kemarin banjir bisa sampai dua bulan, yang terpenting itu pembangunan saluran yang selama ini tidak ada,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara sepeda motor yang saat ditemui sedang mendorong motornya. Budi, warga Kecamatan Undaan itu mengaku, banjir yang melanda akses Jalan Kudus-Purwodadi sepanjang satu kilometer dengan ketinggian antara 30-50 sentimeter.
Pihaknya yang tak ingin ambil resiko, terpaksa mendorong motornya sejauh satu kilometer. Budi juga melihat banyak motor yang mogok di tengah jalan. Sehingga nantinya untuk mendorong motor tetap ia lakukan, meski jauh.
Baca Juga: Banjir di Jetis Kapuan Kudus Hampir 1 Meter, Warga Pilih Bertahan
“Ini dari Jepara mau perjalanan pulang mas. Motor memang sengaja tak matikan, biar aman. Karena ketinggian air terlalu tinggi, takut kalau mogok,” jelasnya.
Budi mengungkapkan, banjir yang menggenangi ruas jalan tersebut mulai kemarin,Kamis (14/3/2024). Namun menurutnya banjir tidak setinggi ini. Hal itu dikarenakan curah hujan yang tinggi. Sehingga air semakin cepat bertambah.
Editor: Haikal Rosyada

