Malam Pertama Puasa, Pj Bupati Akan Salat Tarawih di Masjid Menara Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Penjabat Bupati (Pj) Kudus, Muhamad Hasan Chabibie akan melaksanakan program Salat Tarawih keliling di masjid-masjid di sembilan kecamatan. Untuk malam pertama puasa, Hasan akan melaksanakan salat sunah itu di Masjid Menara Kudus. Menurutnya, hal itu merupakan sudah tradisi sejak dulu.

“Malam pertama puasa rencananya akan Salat Tarawih di Masjid Menara Kudus,” ujar Hasan di area persawahan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, belum lama ini.

Sejak dulu, lanjut Hasan, dalam proses kebudayaan dan setiap jelang bulan suci Ramadan, kepala daerah di Kudus, baik bupati atau masa adipati selalu sowan ke kiai Menara, dengan tujuan mencari fatwa.

-Advertisement-

Baca juga: Nilai Transaksi Pasar Kliwon Kudus Diperkirakan Capai Rp1 M Sehari Selama Ramadan

“Mohon fatwa kepada para kiai Menara kapan puasa Ramadan dimulai. Ketika hari pertama puasa Ramadan diketahui, kemudian Salat Tarawih bareng di Masjid Menara Kudus,” jelasnya.

Di hari berikutnya atau malam kedua, Hasan mengaku akan pindah Salat Tarawih ke Masjid Agung Kudus. Setelah itu akan melakukan Tarawih keliling ke masjid-masjid di Kudus, sekaligus untuk menyapa warga.

“Setelah malam hari kedua puasa, insyallah akan salat Tarawih keliling di masjid-masjid yang ada di Kudus,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam penyambutan Ramadan di Kabupaten Kudus juga terdapat tradisi Dandangan yang merupakan warisan dari Ja’far Shadiq (Sunan Kudus). Dinamai Dandangan, konon pada masa Sunan Kudus setiap jelang Ramadan banyak para santri berkumpul di depan Menara untuk menunggu pengumuman awal Ramadan.

Ketika Sunan Kudus mengumumkan awal Ramadan jatuh pada hari besoknya, beduk yang berada di bagian atas Menara Kudus kemudian ditabuh. Bunyi Dhang-Dhang dari bedug tersebut lah yang kemudian menjadi nama Tradisi Dandangan.

Baca juga: Jelang Ramadan, Makam Sunan Kudus Diziarahi hingga 7 Ribu Orang Sehari 

Seiring berjalannya waktu, tidak hanya santri yang menunggu pengumuman awal Ramadan di Menara Kudus, tetapi juga masyarakat Kudus dan sekitarnya. Karena banyaknya masyarakat yang datang ke Menara Kudus, para pedagang juga berdatangan untuk menjajakan dagangannya.

Hal itulah yang kemudian menjadi tradisi masyarakat Kudus untuk menyambut awal Ramadan yang masih dijaga hingga saat ini. Bahkan, tradisi Dandangan sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan Pendidikan Riset dan Teknologi pada tahun 2021.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER