Tiap Tahun Ketebalan Unsur Hara di Pegunungan Kendeng Hilang 1 Cm

BETANEWS.ID, PATI – Kerusakan hutan di kawasan Pegunungan Kendeng, yakni akibat gundulnya wilayah tersebut, mengakibatkan terjadinya banjir bandang setiap kali musim hujan tiba.

Setiap hujan turun, air dari Pegunungan Kendeng langsung mengalir deras ke wilayah pemukiman warga yang berada Pati bagian selatan. Sebab, minimnya tanaman keras terutama pohon jati, membuat kawasan Pegunungan Kendeng tak ada tangkapan air.

Baca Juga: Pegunungan Kendeng Rusak, Banjir Terus Hantui Masyarakat di Pati Selatan

-Advertisement-

Hal ini juga mengakibatkan berkurangnya unsur hara di wilayah Pegunungan Kendeng setiap kali musim hujan tiba.

“Setiap tahun, ketebalan unsur hara di Pegunungan Kendeng ini berkurang 1 senti. Itu yang kita amati selama lima tahun ini, ” ujar Krisno, warga Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Pati, Kamis (7/3/2024).

Padahal katanya, ketebalan unsur hara yang ada di Pegunungan Kendeng itu 10 sentimeter. Dengan kondisi itu, ia memperkirakan dalam beberapa tahun lagi unsur hara sudah hilang dan tinggal seperti tengkorak.

Untuk diketahui, unsur hara merupakan sumber nutrisi atau makanan yang dibutuhkan oleh tanaman dalam kelangsungan pertumbuhannya.

Ketersediaan unsur hara ini, sangat menentukan kualitas tanaman, yang meliputi pertumbuhan, perkembangan dan produktifitas tanaman.

Baca Juga: 90 Pelajar Ikuti Popda Kabupaten Pati Cabor Bulu Tangkis

Krisno menyebut, dengan kondisi itu, petani diharapkan bisa tanggap terhadap erosi tanah. Yakni dengan membuat sengkedan.

“Selama ini yang sudah kami coba itu dengan menanam nanas madu. Tujuannya sebenarnya adalah untuk sengkedan. Sengkedan ini fungsinya untuk menahan air agar tidak langsung bablas dan unsur hara berhenti dan membuat tanah. Karena tanah itu kan bisa dibuat, yaitu dengan daun. Kalau tidak ada daun, tanah tidak jadi, ” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER