31 C
Kudus
Sabtu, Februari 21, 2026

Pegunungan Kendeng Rusak, Banjir Terus Hantui Masyarakat di Pati Selatan

BETANEWS.ID, PATI – Masyarakat di Kabupaten Pati, khususnya di wilayah bagian selatan masih terus dihantui dengan banjir bandang. Hal ini, sering terjadi setiap hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah di kawasan Pegunungan Kendeng Utara.

Kerusakan hutan di kawasan Pegunungan Kendeng, disinyalir menjadi penyebab sering terjadinya banjir bandang di wilayah Pati bagian selatan.

Baca Juga: 90 Pelajar Ikuti Popda Kabupaten Pati Cabor Bulu Tangkis

-Advertisement-

Setidaknya, ada empat kecamatan di Pati selatan, yang selama ini menjadi langganan banjir bandang. Di antaranya, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Kayen, Tambakromo dan Winong.

Kisno, salah satu warga Desa Slungkep, Kecamatan Kayen mengatakan, alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Sebab, ketiadaan tanaman keras, terutama jati, mengakibatkan kawasan Pegunungan Kendeng tidak memiliki tangkapan air.

“Penyebab utamanya banjir bandang ya itu, hutan gundul. Tidak ada tangkapan dan penyimpanan air. Padahal di gunung itu, perlu tangkapan air, ” ujar Krisno, Kamis (7/3/2024).

Selama ini, katanya, lahan di kawasan Pegunungan Kendeng banyak yang alih fungsi menjadi tanaman jagung. Padahal, tumbuhan jagung tidak mampu untuk menahan air ketika hujan turun atau tidak bisa menangkap air.

Ia mencontohkan, tumbuhan jati untuk diameter 10 sentimeter, bisa menyimpan air sebanyak setengah kubik. Krisno mengilustrasikan, bahwa pohon seperti kapilaritas. Yakni, semakin dan semakin besar, akan menyimpan air semakin banyak.

Dirinya menyebut, salah satu solusi agar tidak terjadi banjir, yakni petani harus tanggap dengan erosi tanah.

“Selama ini yang sudah kami coba itu dengan menanam nanas madu. Tujuannya sebenarnya adalah untuk sengkedan. Sengkedan ini fungsinya untuk menahan air agar tidak langsung bablas dan unsur hara berhenti dan membuat tanah. Karena tanah itu kan bisa dibuat, yaitu dengan daun. Kalau tidak ada daun, tanah tidak jadi,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini Nama-nama 50 Caleg Terpilih yang Mendapatkan Kursi DPRD Pati Periode 2024-2029

Krisno berharap, pemerintah juga bisa memberikan solusi terkait dengan penanganan banjir bandang yang sering menimpa wilayah Pati bagian selatan.

Tidak hanya secara seremonial saja, pemerintah diminta punya langkah konkrit dan solusi jangka panjang terkait dengan penanganan banjir dan kerusakan kawasan Pegunungan Kendeng.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER