31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Kasus Demam Berdarah di Kudus Meningkat, Mayoritas Anak-Anak 

BETANEWS.ID, KUDUS – Memasuki musim hujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kudus mulai meningkat, mencapai 25 kasus pada Januari lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Andini Aridewi, menyampaikan, sebenarnya jumlah indikasi pasien DBD yang dirawat di fasilitas kesehatan (faskes) lebih banyak, tapi itu masih suspek. 

“Dari jumlah 25 pasien DBD tersebut didominasi oleh anak-anak, meskipun yang dewasa juga ada. Untuk kasus meninggal karena DBD, belum ada dan semoga tidak ada,” ujar Andini kepada Betanews.id saat ditemui di RSUD Kudus, belum lama ini. 

Lebih lanjut, Andini mengatakan, pihaknya  sudah memberikan arahan ke semua tingkat jajaran kesehatan di Kabupaten Kudus untuk melakukan upaya pencegahan merebaknya kasus DBD. Tak hanya di dinas kesehatan saja, tapi juga jaringan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL).

-Advertisement-

Baca juga: Masuki Musim Hujan, Terjadi Tren Kenaikan Kasus DBD di Demak

“Bagaimana mereka bisa memberikan upaya-upaya promotif dan edukasi untuk pemcegahan terjadinya DBD di masyarakat,” bebernya. 

Andini juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M, yaitu menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. 

“Kita juga sudah memberikan fasilitas screening untuk deteksi dini DBD di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kudus, sehingga ketika suspek DBD langsung dikonfirmasi ke Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Kudus,” imbuhnya. 

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Loekmono Hadi Kudus, Susilo Adi, membenarkan bahwa di musim penghujan menyebabkan kasus DBD meningkat, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

Baca juga: Waspada! Kasus DBD di Jepara Meroket Capai 145 Pasien, Dua Meninggal

“Untuk gejalanya, anak demam 2-7 hari. Demamnya langsung tinggi mendadak. Kemudian disertai mual muntah, nyeri kepala atau pusing, nafsu makan menurun serta badan linu,” jelasnya. 

“Selain minum obat perbanyak minum air putih. Jika kondisi tubuh sang anak makin menurun segera bawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan,” imbuhnya. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER