BETANEWS.ID, DEMAK – Beberapa tenda terpal tampak terlihat didirikan di sepanjang tanggul Sungai Jeratun, Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Mereka terpaksa mengungsi di sana karena tidak adanya tempat tersedia di pengungsian lain.
Salah satu warga, Asnawi, mengaku, selama mengungsi sering makan sehari sekali. Dia dan warga lainnya juga sempat memasak sendiri dengan bahan seadannya demi mengganjal perut.

“Saat ini makanan satu hari hanya dapat satu kali, memang sering. Kalau seandainya dapat dua hingga tiga kali dalam sehari itu bantuan dari teman. terkadang juga masak sendiri,” bebernya, Selasa (13/2/2024).
Baca juga: Update Banjir Demak: Surut 1 Meter tapi Jalan Pantura Masih Lumpuh
Ia menuturkan, dalam tenda terpal itu terdapat 50 warga. Walau hanya dengan tempat seadanya, mereka tetap teguh menghuni tenda terpal karena tidak ada tempat lain. Sebab, permukiman di sana terendam air semua.
“Saat ini yang kami butuhkan air minum, makanan dan obat-obatan. Kalau di sini ada dua RT, minimal 50 orang. Karena ada banyak titik. Nyenyak nggak nyenyak, ya, terpaksa. Mau gimana lagi, karena tidak ada pilihan lain,” keluhnya.
Asnawi mengaku, saat ini banjir di Desa Undaan Lor sudah surut satu meter. Meski begitu, ketinggian air masih tinggi hingga mencapai 80cm-1 meter.
Warga lain, Zaenal Arifin, mengeluhkan Pemerintah Desa (Pemdes) Undaan Lor yang kurang perhatian kepada masyarakat.
“Bantuan yang masuk kurang cepet penyebarannya. Saat ini ada bantuan tapi masih ditumpuk. Kemungkinan dibagikan untuk ke depannya,” terangnya.
Selama ini, kata Zaenal, bantuan yang diterima berasal dari saudara dan teman jauh. Ia juga tidak memungkini bahwa Pemdes Undaan Lor juga memberi bantuan tapi tidak banyak seperti yang diterima dari luar.
Baca juga: Duh, Jalan Mijen Demak Terendam Banjir Sepanjang 1 Km, Kendaraan Mulai Dialihkan Lewat Grobogan
Menanggapi ini, Kepala Desa Undaan Lor, Suriyadi menjelaskan, warganya itu ada yang mengungsi di Desa Undaan Kudus, Desa Medini Demak, dan Desa Sambung Demak. Berpencarnya warga membuat dirinya merasa kesulitan untuk menyalurkan bantuan.
Banyaknya titik pengungsian membuat proses penyaluran bantuan semakin rumit. Bahkan, ia mengaku sempat diprotes warga yang mengungsi di Desa Undaan Lor Kudus. Hal itu karena warga merasa tidak mendapat bantuan dari desanya sendiri.
“Tadi ada yang protes karena merasa tidak dapat vantuan dari desanya. Padahal saya sudah minta Kepala Desa Undaan Kudus untuk memberi bantuan warga saya yang mengungsi di sana. Ya ini saya anggap mis komunikasi lah,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

