31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Berantas DBD, Dinkes Demak Imbau Tiap Rumah Punya Kader Jumantik

BETANEWS.ID, DEMAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Demak menghimbau setiap rumah memiliki kader jumantik. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memberantas penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti.

Sub Koordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Demak, Tri Handayani, mengatakan jumantik merupakan program mengajak masyarakat dalam membrantas penularan DBD. Setiap rumah diwajibkan memiliki satu kader yang bertugas untuk memantau pertumbuhan jentik-jentik di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga: Bawaslu Demak Kritisi Simulasi Pemungutan Suara, Begini Catatannya

-Advertisement-

“Jadi satu orang diharapakan mengawasi rumahnya masing-masing, dengan baik di dalam rumah maupun di luar lingkungan rumah,” katanya, Kamis (1/2/2024).

Tri menilai, program jumantik dinilai lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan nyamuk aedes aegypti. Proses penyebaran DBD akan lebih cepat diketahui melalui intervensi para kader.

“Fogging itu bukan yang efektif, karena kan tidak mungkin membunuh nyamuk yang terbang saja, kalau kita terjun langsung memang perilaku masyarakat kurang bersih, ” ujarnya.

“Begitu kemarau kan berkurang airnya, tapi begitu ada hujan ada banyak barang yang berserakan di sekitar rumah sehingga tergenang. Terutama kolom yang tidak ada ikannya hampir semua ada jentiknya,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Dinkes Demak, pada tiga bulan ini kasus DBD mengalami tren kenaikan, dengan perincian 12 kasus di bulan November, 18 kasus bulan Desember, dan 20 kasus per tanggal 23 Januari 2024.

Baca Juga: Logistik Pemilu 2024 di Demak Rampung Dikemas, Akan Didistribusikan Mulai 10 Februari

Ia menyebut, program jumantik di Demak sebelumnya sudah digalakkan tahun 2017 untuk satu desa per puskemas atau kecamatan. Akan tetapi, karena perilaku hidup masyarakat menjadi tantangan tersendiri untuk melancarkan program tersebut.

“Belum bisa semua desa sih tapi desa yang sudah (menerapkan jumantik) seperti itu berkurang. Seperti Desa Bonangrejo, Tedunan Wedung, kasusnya relatif sedikit. Tapi kadang merasa lama bosan nanti kita oyak-oyak lagi harus mengingatkan terus,” paparnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER