Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas Bingkisan di Rumah Warga Karangampel Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di dalam sebuah bingkisan yang berada di rumah warga, Selasa (11/8/2026) malam.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Kumaidi bersama istrinya saat masuk ke rumah. Semula, Kumaidi mengira bingkisan tersebut berisi makanan atau barang biasa.

Namun, setelah bingkisan dibuka, istrinya terkejut karena mendapati seorang bayi di dalamnya.

-Advertisement-

“Baru dibuka, istri saya kaget. Isinya bayi,” ujar Kumaidi saat ditemui di lokasi.

Menurut Kumaidi, bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup. Saat pertama kali ditemukan, bayi sempat menangis. Bayi kemudian diketahui dibungkus menggunakan kain dan diletakkan di dalam sebuah tas kertas.

Kumaidi kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak desa. Kepala Desa Karangampel, Supama, bersama warga kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi bayi.

“Saya dipanggil, kemudian saya lihat. Kalau masih bayi dan masih baik, saya bawa ke sini untuk mencari amannya dulu. Setelah itu saya laporkan dan kita bawa ke rumah sakit,” kata Supama.

Ia menegaskan, pihak desa menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian. Untuk sementara, bayi masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga kondisinya dinyatakan cukup sehat dan proses penanganan selanjutnya dapat dilakukan sesuai prosedur.

Baca juga : 18 Anak di Jepara Jadi Korban Kekerasan, Ada yang Hamil di Luar Nikah hingga Dijual Open BO

“Untuk penyelidikan lebih lanjut kita serahkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan awal, bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dengan berat sekitar 2,6 kilogram dan panjang badan 48 sentimeter. Kondisinya secara umum stabil, meski menunjukkan tanda-tanda sedikit dehidrasi.

Wakil Direktur RSI Sunan Kudus, Wawan Eko Darmawan, mengatakan bayi diterima pihak rumah sakit sekitar pukul 22.52 WIB. Saat tiba, bayi sudah dalam kondisi terbalut kain.

“Dari laporan petugas BUD, bayi diterima jam 22.52 WIB, diantar oleh Bapak Kepala Desa dan beberapa warga ke sini dengan kondisi sudah terbalut kain,” ujar Wawan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bayi cukup stabil. Namun, rumah sakit masih melakukan pemantauan secara berkala, termasuk pemeriksaan gula darah setiap dua jam dan pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi.

“Gula darahnya tidak turun. Sehingga saat ini perlu perawatan dan pemantauan setiap dua jam. Kita juga berikan cairan supaya tidak dehidrasi,” jelasnya.

Wawan memperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan sebelum ditemukan. Perkiraan itu berdasarkan kondisi fisik bayi, termasuk bagian kepala yang masih terdapat lendir serta tali pusat yang masih menempel.

“Kalau dilihat dari kondisi kepala masih banyak lendir-lendir, kemungkinan memang baru satu atau dua jam setelah dilahirkan. Ini tidak terlalu persis, hanya perkiraan,” katanya.

Tali pusat bayi yang masih menempel kemudian mendapat penanganan dari pihak rumah sakit untuk mencegah risiko infeksi.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa orang tua bayi tersebut maupun alasan bayi ditinggalkan di rumah warga. Pihak berwenang masih mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER