BETANEWS.ID, JEPARA – Jalur alternatif Jepara–Kudus yang berada di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, kini kondisinya rusak parah.
Jalur tersebut juga viral di media sosial. Berbagai bentuk protes telah dilakukan warga, mulai dari menaruh pohon hingga kursi di tengah jalan yang berlubang.
Beberapa anak muda juga pernah membuat konten memancing ikan di tengah jalan yang berlubang hingga menimbulkan kubangan air.
Terbaru, warga menyampaikan protes dalam bentuk tulisan di badan jalan. Pertama, di depan Gang Garasi Kalingga Jaya, Desa Daren, terdapat tulisan berbunyi, “Kapusan Janjine Bupati Jepara Mulus, #Stop Bayar Pajak, Fuck You, Stop Bayar Pajak, Gedabrus.”
Kemudian, sekitar 500 meter dari titik tersebut, warga kembali melayangkan protes dalam bentuk tulisan yang berbunyi, “#Stop Pajak Kapan Muluse Iki. Cukup 1 Periode.”
Dari pantauan di lokasi, kondisi jalur tersebut memang banyak yang berlubang. Kerusakan membentang sepanjang sekitar satu kilometer dari depan Gang Garasi Kalingga Jaya.
Baca juga : Libatkan Ribuan Petani Jepara, 1.700 Hektare Lahan di Lereng Muria Bakal Dikonservasi
Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Jalur itu tergolong ramai dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, pikap, truk, hingga kendaraan besar.
Abdul Kholiq (45), pedagang mainan yang sudah lima tahun berjualan di jalur tersebut, bercerita bahwa jalan itu telah mengalami kerusakan sejak sekitar dua tahun lalu.
“Parahnya sekitar satu tahun yang lalu, setelah musim hujan kemarin,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (1/6/2026).
Menurut Kholiq, kondisi jalan yang berlubang juga telah banyak memakan korban, terutama saat musim hujan. Lubang jalan yang tertutup genangan air membuat banyak pengendara terjatuh.
Sementara saat musim kemarau seperti sekarang, banyak debu beterbangan. Akibatnya, sebagai pedagang mainan, Kholiq harus lebih sering membersihkan barang dagangannya.
“Kalau kena debu terus, barangnya kan jadi kayak barang lama. Jadinya tiap hari harus saya lap terus,” ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan seorang pedagang sembako yang enggan disebutkan namanya. Lokasi warungnya yang berada tepat di depan jalan membuat barang dagangannya banyak terkena debu. Karena itu, ia kini mengurangi jumlah barang yang dijual.
“Sekarang kalau beli barang agak saya kurangi, terutama yang makanan, soalnya banyak kena debu,” ungkapnya.
Karena jalan tersebut sudah sering memakan korban dan kondisinya rusak parah dalam waktu yang cukup lama, Kholiq berharap jalur itu segera diperbaiki.
“Harapannya segera diperbaiki, biar aman saat dilewati,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

