31 C
Kudus
Selasa, Februari 24, 2026

Pemuda Jepara Ditemukan Meninggal di Sawah, Sudah Tiga Bulan Kasus Tak Kunjung Terungkap

BETANEWS.ID, JEPARA– Axsyal Rendy Saputra (24), Pemuda asal Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara ditemukan meninggal secara mengenaskan di area persawahan yang berjarak hanya 60 meter dari kediamannya.

Jasadnya ditemukan pada Minggu, (30/11/2025). Saat ditemukan tangannya tersayat, dadanya penuh luka bekas benda tajam, lehernya menganga seperti bekas digorok.

Selain itu juga terdapat sejumlah luka sayatan tajam di tubuh Rendy. Yaitu pada pergelangan tangan kiri sepanjang 6 sentimeter dan lebar 3 sentimeter.

-Advertisement-

Baca juga: Penanganan Jalan Amblas di Guwosobokerto Jepara Masih Tunggu Hasil Kajian

Kemudian, ditemukan juga luka iris atau gorok pada leher kiri dengan panjang 13 sentimeter dan lebar 6 sentimeter.

Berdasarkan hasil autopsi dari Biddokes Polda Jateng, temuan awal menunjukkan luka-luka itu akibat kekerasan benda tajam. Selain dua luka itu, ditemukan luka iris dangkal pada dada.

Adapun kematiannya, diakibatkan luka sayat pada leher yang memutus pembuluh nadi leher kiri dan tenggorok, yang mengakibatkan pendarahan hebat. Kondisi itulah yang membuat publik terus menunggu kerja Satreskrim Polres Jepara dalam pengungkapan kasus ini.

Dari hasil itu, muncul dugaan bahwa Rendy bukanlah korban pembunuhan. Tetapi lebih mengarah pada bunuh diri.

Namun hingga kini, setelah 85 hari atau hampir tiga bulan setelah kematiannya, polisi masih belum bisa mengungkap kasus kematian Rendi.

Di media sosial, kasus kematian Rendi juga ramai menjadi perbincangan warganet yang tidak mempercayai kematian Rendi adalah akibat bunuh diri. Publik menilai jika itu akibat bunuh diri, tidak mungkin sampai berani menggorok lehernya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus mencari motif kematian Rendy. Penyidik masih terus berupaya mengumpulkan fakta dan bukti-bukti dari berbagai arah.

Baca juga: Diperiksa Polisi, Begini Pengakuan Oknum Pimpinan Ponpes yang Diduga Cabuli Santrinya

“Kami belum bisa mengambil kesimpulan,” kata AKP Wildan pada Senin, (23/2/2026).

Wildan melanjutkan, berbagai proses pendalaman kasus sudah dilakukan. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, yang bahkan melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) pun sudah dilakukan.

Tidak hanya itu, Wildan juga mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan pisau yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan sidik jari.

“Pemeriksaan sampel kuku juga hasilnya negatif semua,” ungkap AKP Wildan.

Saat ini, lanjut Wildan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait motif kematian Rendy, antara lain melalui pemeriksaan lanjutan oleh Apsifor dan handphone korban yang masih diproses laboratorium forensik.

“Kasus ini, sebagaimana kasus-kasus yang lain, tetap menjadi prioritas kami. Namun kami tidak ingin terburu-buru membuat kesimpulan. Kami harus lebih berhati-hati dalam menyimpulkannya,” pungkas Wildan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER