Terkait Bankeu dan bantuan gubernur, ia sudah meminta agar desa-desa yang belum dapat bisa diusulkan pada anggaran perubahan. Ia tidak ingin kepala desa yang sudah mati-matian berjuang untuk pembangunan desa terhalang.
“Untuk bantuan gubernur, tolong upayakan semua desa terakomodir,” ujar Luthfi kepada Kepala Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah Nadi Santoso.
Berikutnya mengenai KDMP, Ahmad Luthfi juga langsung memanggil Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistyo Bramiyanto untuk memberikan penjelasan secara detail kepada perwakilan Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja”.
Baca juga: Cek Lokasi Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Kucurkan Bantuan Rp 210 Juta
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, jumlah KDMP di Jawa Tengah sebanyak 8.523 sudah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.230 KDMP atau 74% sudah operasional. Jumlah anggota sekitar 200 ribuan dengan jumlah total modal terkumpul Rp34,1 miliar. Sejauh ini, Sekitar 17.000an pengurus KDMP di Jawa Tengah sudah diberikan pelatihan secara berkala.
“KDMP ini kan program nasional, jangan sampai mereka ini ‘elek-elekan’. Jadi penting itu (untuk didampingi). (Soal tidak punya lahan) Itu bisa digabung, harus sesuai kemampuan desa,” kata Luthfi.
Sementara untuk relokasi Puskesmas, Ahmad Luthfi juga sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Terutama terkait dengan alasan pemindahan tempat relokasi.
Editor: Suwoko

