31 C
Kudus
Jumat, Januari 23, 2026

Tangani Jalur Utama Desa Tempur Terdampak Longsor, Pemkab Ajukan Bantuan Rp1 Miliar 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat sebesar Rp1 miliar untuk penanganan jalur utama di Desa Tempur yang terdampak bencana longsor.  

Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan bantuan itu digunakan untuk biaya operasional alat berat dan pembuatan jembatan darurat. 

Baca Juga: Sudah Delapan Hari Banjir di Sowan Kidul Jepara Tak Kunjung Surut 

-Advertisement-

Seperti diketahui, bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat, (9/1/2026) lalu membuat akses jalur utama ke Desa Tempur, Kecamatan Keling melalui Desa Damarwulan terputus. Total terdapat 18 titik longsor besar yang material longsornya menutup akses jalan.  

“Kami mengajukan biaya operasional alat berat sekitar Rp1 miliar termasuk pembuatan jembatan darurat, tapi belum turun,” kata Arwin melalui pesan tertulis pada Betanews.id, Selasa (20/1/2026). 

Arwin melanjutkan penanganan jalur utama ke Desa Tempur saat ini masih difokuskan untuk pembuatan badan jalan di wilayah pertigaan spot foto selamat datang yang hilang akibat diterjang banjir dari Sungai Kali Gelis. 

Setelah perbaikan di titik itu selesai, nantinya akan dilanjut ke bagian atas serta pembuatan jembatan darurat di Dukuh Kemiren RT 1 RW 1. 

Selain mengajukan bantuan senilai Rp1 miliar, Arwin menyebutkan pihaknya juga akan mengusulkan bantuan kembali untuk rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana. 

“Tapi itu nanti kita ajukan setelah masa tanggap darurat selesai dan setelah semua dokumen pendukungnya lengkap,” jelasnya. 

Pengajuan dana hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi nanti juga ditujukan kepada deputi yang berbeda. Jika sebelumnya bantuan ditujukan kepada Deputi Tanggap Darurat, maka bantuan selanjutnya ditujukan kepada Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi. 

“Nilainya berapa ini masih proses penghitungan,” katanya. 

Terpisah, Carik Desa Tempur, Mahfudz Ali mengatakan secara umum kondisi di desanya sudah mulai membaik. Sejak Senin, (19/1/2026) kemarin warga di desanya bergotong-royong untuk membersihkan material longsor berupa batu besar yang menutup badan jalan di area jembatan yang berada di Dukuh Kemiren. 

Baca Juga: Bakal Dibantu BNPB, Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di Tempur Jepara Sulit Dilakukan

Sementara, jalan utama yang terputus akibat diterjang banjir saat ini sudah bisa dilewati motor dengan lebih aman. Beberapa alat berat juga sudah bisa masuk ke Desa Tempur dengan lebih aman. 

“Dari jembatan pelangi sampai permukiman warga masih ada tiga titik longsor yang belum dibersihkan. Tapi sudah bisa dilewati sepeda motor, kalau mobil belum bisa,” katanya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER