BETANEWS.ID, JEPARA – Pabrik busa bernama PT. Chengqi Industrial Indonesia yang berlokasi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara terbakar pada Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, asap hitam tebal masih membumbung tinggi. Asap tersebut terlihat dari radius cukup jauh dari lokasi kejadian.
Angin yang berhembus tidak hanya membawa kepulan asap ke arah timur, tetapi juga membawa aroma gas yang cukup kuat. Sebab di dalam lokasi pabrik terdapat tabung gas dengan ukuran cukup besar.
Baca juga: Banjir Mulai Surut, Dapur Umum di Kalinyamatan Jepara Masih Suplai Ribuan Warga Terdampak
Sementara hingga berita ini ditulis, di dalam lokasi pabrik, petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara bersama dengan pihak kepolisian masih berupaya memadamkan api.
Salah satu saksi mata, Lina Reva Anggraini (23) bercerita ia mulai melihat api membumbung dari dalam lokasi pabrik sekitar pukul 10.41 WIB.
Saat itu, ia mendengar ada terikan kebakaran dari arah selatan pabrik yang menjadi titik awal munculnya api.
“Pas pertama lihat, apinya sudah langsung besar. Kebakaran awalnya dari selatan, terus saling merembet, Alhamdulillah ada hujan, apinya agak mereda,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.
Sementara itu, Muhammad Fatkhul Ary, salah satu karyawan PT Chengqi Industrial Indonesia mengungkapkan kebakaran dipicu akibat sambaran petir.
“Tersambar petir, kemudian muncul api dan mulai membakar dalam gedung,” kata Ary di lokasi.
Baca juga: Terendam Banjir Hampir Setiap Tahun, Ini Pemicu Banjir di Batukali Jepara
Dia menyebut, material busa yang masih baru membuat kebakaran menjalar lebih cepat. Selain itu, di dalam gudang produksi juga terdapat tabung gas besar yang juga mudah terbakar.
“Saat kebakaran, karyawan langsung keluar, karena di dalam ada tabung gas besar, kalau meledak lebih parah lagi,” katanya.
Dari data Damkar Jepara, total terdapat sembilan unit mobil pemadam yang diterjunkan. Tujuh unit mobil pemadam dari Damkar Jepara, dua unit mobil pemadam bantuan dari PT Djarum. Selain itu juga terdapat satu unit water canon dari Polres Jepara dan satu unit tangki bantuan dari DLH Jepara.
Editor: Suwoko

