Kebakaran Pabrik Busa di Nalumsari Jepara: Dua Pegawai Operasional Mesin Alami Luka Bakar 

BETANEWS.ID, JEPARA – PT. Chengqi Industrial Indonesia yang memproduksi kain busa di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara terbakar pada Sabtu (17/1/2026). 

Kepala Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. 

Baca Juga: Pabrik Busa di Nalumsari Jepara Terbakar 

-Advertisement-

Sampai saat ini, Edy mengatakan penyebab kebakaran masih diteliti oleh pihak berwenang. Hanya saja dari dugaan sementara, kebakaran dipicu akibat mesin produksi tersambar petir. Sehingga menimbulkan korsleting listrik dan membakar kain busa yang sedang diproduksi. 

“Penyebab sedang diteliti. Tapi diduga karena instalasi listrik tersambar petir dan korsleting listrik di mesin produksi,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian. 

Akibat peristiwa itu, dua orang pegawai yang saat itu mengoperasikan mesin mengalami luka bakar. Saat ini dua pegawai itu dalam kondisi selamat dan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kecamatan Mayong. 

“Dua orang yang mengoperasikan mesin mengalami luka bakar. Satu pegawai kondisinya mengalami luka bakar 50 persen, satu lainnya 60 persen,” ungkapnya. 

Untuk memadamkan api, Edy mengatakan total terdapat 13 unit kendaraan pemadam yang diterjunkan. Terdiri dari tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Jepara serta masing-masing satu unit bantuan dari PT. Djarum, Kota Jati, PT. HWI, mobil tangki air dari BPBD, DLH, dan Water Canon dari Polres Jepara. 

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB atau sekitar 3,5 jam. Luasan area yang terbakar sekitar 1.600 meter persegi, yang merupakan area produksi dan gudang penyimpanan barang. 

“Yang diproduksi ini bahan-bahan yang mudah terbakar, ada busa, plastik, untuk bahan baku pembuatan tas dan sepatu, jadi cukup kesulitan untuk memadamkan api,” jelasnya. 

Selain itu, di dalam pabrik juga terdapat Gas LPG yang digunakan sebagai bahan bakar mesin produksi. Keberadaan tabung itu menurut Edy juga menjadi kesulitan tersendiri untuk memadamkan api. 

Baca Juga: Banjir Mulai Surut, Dapur Umum di Kalinyamatan Jepara Masih Suplai Ribuan Warga Terdampak 

“Ini kita amankan juga satu tangki LPG berisi 3 ribu kg, ini kita semprot dan kita dinginkan agar tidak terbakar,” ungkapnya. 

Sehingga untuk membantu pemadaman dan mengurangi kepulan asap hitam, pihaknya menggunakan busa kimia dibantu dengan busa detergen. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER