BETANEWS.ID, PATI – Jembatan yang menghubungkan Antar-Dukuh di Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Pati, putus usai diterjang banjir bandang pada Jumat (8/1/2026) malam. Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan beberapa dukuh di dua desa di Kecamatan Gembong, yakni Klakahkasihan dan Bageng juga terputus.
Dari pantauan di lapangan, tampak jembatan yang berada di sisi bagian barat ambruk ke tengah sungai. Hal ini karena penyangga bangunan jembatan di bagian ujung runtuh. Sedangkan sisi sungai atau tebing tampak longsor hingga memutus jalan cor menuju jembatan.
Dengan putusnya jembatan yang berada di Dukuh Domo tersebut, warga yang biasanya mengakses jalan melalui jembatan itu terpaksa harus memutar melalui jalan lain yang lebih jauh.
Baca juga: Longsor Tutup Jalan Pulingan–Pangonan Pati, Aktivitas Warga Lumpuh Total
Sartono, salah satu warga menyebutkan, peristiwa putusnya jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 20..00 WIB saat debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Muria sejak sore hari.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat ke sawah, ke pasar, hingga anak-anak yang bersekolah. Dengan putusnya jembatan, warga harus memutar sejauh beberapa kilometer melalui jalur lainnya.
“Harus memutar, ya lumayan jauh. Bisa lewat Kendil, Klakah. Tapi memang agak jauh, ” ungkapnya.
Sartono menyebut, jembatan yang berada di Domo tersebut, menjadi menjadi alternatif bagi warga yang terdapat di beberapa dukuh. Di antaranya, Klakahkasihan, Karang Panas, Pakis, Jimat, hingga Pondokan (Desa Bageng).
Pihaknya berharap ada penanganan darurat secepatnya, minimal pemasangan jembatan sementara agar aktivitas warga tidak terlalu terganggu.
Baca juga: Tanah Bergetar Lalu Ambruk, Warga Ceritakan Detik-detik Tanggul Longsor di Metaraman Pati
Sementara itu, Kepala Desa Klakahkasihan Handziq S.J mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Pati.
Untuk sementara, warga diimbau tidak mendekati lokasi jembatan karena dikhawatirkan masih terjadi longsor susulan.
“Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kecamatan maupun pemkab, ” pungkasnya.
Editor: Suwoko

