31 C
Kudus
Jumat, Februari 27, 2026

Disbudpar Kudus Sebut Waterboom di Museum Kretek Salah Desain

BETANEWS.ID, KUDUS – Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Agus Susanto sangat menyayangkan keberadaan waterboom yang ada di dalam Museum Kretek.

Tak semestinya tempat wisata edukasi dan kebudayaan itu terdapat adanya waterboom. Hal itu menjadi faktor utama yang mengakibatkan kunjungan wisatawan di Kudus, khusunya di Museum Kretek rendah.

Baca Juga: Tolak Pindah ke Pasar Saerah, Pedagang: ‘Sama-Sama Ilegal Mending Kami Berjualan di Bitingan’

-Advertisement-

“Museum Kretek ada waterboom-nya itu salah desain. Kalau kita mau menaikan kunjungan wisatawan harus merubah konsep dengan memperbaiki taman dan konten yang bagus,” bebernya saat ditemui di kantor Disbudpar Kabupaten Kudus, Rabu (7/1/2026).

Oleh karena itu, pihaknya berencana memisahkan kedua destinasi tersebut dengan mengusulkan ke pihak BPKAD Kabupaten Kudus supaya bisa dikelola ataupun di pihak ketigakan. Langkah itu menurutnya sangat relevan dan pihaknya akan menata ulang konsep demi meningakatkan pengunjung di sana.

“Kalau itu tidak ada waterboom, kunjungan wisata di Museum Kretek bisa mencapai 100 ribu pengunjung dalam setahun. Selama ini tingkat kunjungan di sana hanya 25 ribu pengunjung,” ungkapnya.

Penataan desain akan dilakukan, dengan memperbaiki konsep desain konten yang menunjang tempat wisata edukasi tersebut. Tak hanya itu pihaknya juga bakal membuat destinasi sambungan terusan, seperti dihadirkannya destinasi Gusjigang, stasiun kereta api, dan kewajiban anak sekolah untuk membuat laporan terkait Museum Kretek. 

“Sehingga dengan konsep yang kami rencanakan ini berjalan, kunjungan wisatawan di Kudus terutama di Museum Kretek bisa tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: PAD Tak Capai Target, Disbudpar Kudus Ungkap Penyebabnya 

Ia menambahkan, permasalahan waterboom yang satu lokal dengan Museum kretek itu juga disebut menjadi salah satu faktor tidak tercapainya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh Disbudpar Kudus, yakni sektor pengelolaan kekayaan daerah tak tercapai target. Dari target PAD 2025 sebesar Rp3,8 miliar hanya tercapai Rp3,5 miliar. 

“Kalau konsep ini berjalan, saya yakin PAD yang kami kelola bisa melampaui target, yakni bisa mencapai Rp5 miliar dalam satu tahun,” terangnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER