Cerita Sopir Truk Terjebak Banjir, Tempuh Perjalanan Semarang- Pati Sampai 18 Jam

BETANEWS.ID, PATI – Banjir yang menggenangi jalur Pantura di Kabupaten Kudus dan Pati berdampak serius terhadap aktivitas distribusi barang dan logistik. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat parah, bahkan waktu tempuh perjalanan dari Semarang ke Pati kini bisa mencapai 18 jam.

Lamanya perjalanan itu belum termasuk waktu antrean saat melintasi titik banjir di Jalan Pantura Kabupaten Pati, tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati. Selain genangan air, kondisi jalan yang berlubang di sejumlah titik turut memperparah kemacetan.

Baca juga: Bikin Haru, Warga Kesambi Kudus ini Gelar Pernikahan di Tengah Banjir

-Advertisement-

Salah satu sopir truk, Ocong, mengaku berangkat dari Semarang pada Selasa  (13/1/2026) pukul 17.00 WIB dan baru tiba di Pati sekitar pukul 11.00 WIB hari ini. Total, ia menghabiskan waktu 18 jam di perjalanan. Padahal, Ocong berencana mengirim barang hingga Provinsi Bali.

“Berangkat jam lima sore, sampai sekarang belum lolos. Terjebak macet di dua titik Kudus dan Pati. Ini di Pati sendiri sudah lebih dari satu jam,” ujarnya, Rabu (14/1/2026). 

Menurut sopir truk tronton tersebut, pada kondisi normal perjalanan dari Semarang ke Pati hanya memakan waktu sekitar empat jam. Bahkan, pengiriman barang ke Bali biasanya hanya membutuhkan satu malam perjalanan. Namun, akibat banjir, ia terpaksa berhenti dan tidur di jalan.

“Kalau nggak banjir ya cuma satu malam. Ini aja belum ada separuh perjalanan,” katanya.

Ocong mengaku sudah pasrah apabila kliennya melayangkan komplain atas keterlambatan pengiriman. Ia menilai kondisi bencana banjir ini berada di luar perkiraan semua pihak.

“Ya komplain sih komplain, cuma ya mereka menyadari,” kata warga Kabupaten Batang itu.

Selain keterlambatan, Ocong juga mengeluhkan membengkaknya biaya perjalanan, mulai dari konsumsi hingga bahan bakar minyak.

“Wah, kalau ungkos udah nggak bengkak lagi. Minilam untuk makan dan solar,” katanya. 

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya, Supri. Ia mengatakan antrean kendaraan untuk melintasi banjir di Pantura Pati sudah berlangsung lebih dari satu jam, belum termasuk waktu saat menerobos genangan.

“Tadi sudah padat sejak lampu merah (lalu lintas) Perempatan Tanjang sampai pertigaan sini (Widorokandang), ” ucapnya. 

Supri sendiri hendak mengirim barang dari Jakarta menuju Surabaya. Namun, akibat terjebak banjir di sejumlah wilayah, ia mengaku pasrah terhadap keterlambatan pengiriman.

“Terlambat lah, telat. Semarang gak banjir, Kudus banjir, dan Pati ini juga banjir,” katanya.

Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menyampaikan bahwa hingga hari ketiga banjir di jalur Pantura Pati–Rembang, antrean kendaraan masih mengular panjang. Dari arah Rembang menuju Pati, antrean mencapai sekitar tiga kilometer, sedangkan dari arah sebaliknya sekitar dua kilometer.

“Terjadi perlambatan kendaraan dari arah Rembang ke Pati dan sebaliknya karena adanya luapan sungai. Limpasan air tersebut ditambah adanya lubang jalan sehingga membuat kendaraan yang melintas menjadi lambat,” sebutnya. 

Untuk mengurai kepadatan, kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari arah Rembang ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) karena volume kendaraan yang tinggi. Sementara kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap melintasi jalur Pantura.

“Kita melakukan pengalihan arus lalu lintas di Pertigaan Sampang dan Batangan. Itupun hanya untuk kendaraan kecil dan roda dua” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER