31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Warga Sukolilo Demo Kades, Pertanyakan Dugaan Mark-Up Proyek Desa

BETANEWS.ID, PATI – Puluhan warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berunjuk rasa di Balai Desa Sukolilo, Kamis (11/12/2025). Mereka menuding adanya dugaan mark-up dalam sejumlah proyek desa dan menuntut pemerintah desa lebih transparan dalam pengelolaan Dana Desa (DD).

Masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sukolilo datang membawa spanduk tuntutan. Mereka menggelar orasi di halaman balai desa, menyuarakan keresahan atas apa yang dinilai sebagai kurangnya keterbukaan pemerintah desa dalam menggunakan anggaran publik.

Baca Juga: Belasan Gudang Garam di Pati Terendam Banjir, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah

-Advertisement-

Setelah berorasi, massa memasuki balai desa untuk melakukan audiensi dengan Kepala Desa Sukolilo. Dalam pertemuan itu, warga mempertanyakan beberapa proyek yang mereka anggap janggal, termasuk proyek perbaikan jembatan yang disebut mengalami perubahan spesifikasi dari RAB awal.

Camat Sukolilo Andrik Sulaksano dan Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan turut hadir mengawal jalannya aksi. Kehadiran mereka bertujuan menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan proses dialog berlangsung terbuka.

”Kita sebagai masyarakat menuntut pemdes untuk lebih transparan dalam pengelolaan dana desa. DD bersumber dari APBN, APBN itu dari uang kita, uang rakyat. Jadi kami sebagai masyarakat mempunyai hak untuk mengawasi,” ujar Koordinator Aksi, Suyono.

Warga RT 2 RW 6 itu meminta pemerintah desa menggunakan DD dengan amanah demi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, proyek yang didanai DD harus dikerjakan sesuai ketentuan tanpa penyimpangan.

Dalam audiensi tersebut, muncul dugaan adanya mark-up pada proyek jembatan, termasuk perubahan ketebalan hingga material yang tidak sesuai RAB. Warga juga mempertanyakan ketiadaan anggaran untuk pengecoran akses penghubung jembatan dan jalan yang dinilai penting untuk keselamatan pengguna.

”Temuan, setelah kita audiensi ada beberapa temuan yang perlu dibenahi. Ada dugaan mark-up jembatan, yang penting kita pantau agar sesuai dengan RAB-nya,” imbuh Suyono.

Menanggapi tudingan itu, Kades Sukolilo Ahmad Amirudin membantah adanya mark-up. Ia menyebut proyek jembatan dengan anggaran Rp230 juta tersebut sudah sesuai spesifikasi. Namun ia mengakui adanya sejumlah perubahan dari RAB awal dan menyatakan bahwa hal itu merupakan hasil kesepakatan warga.

Baca Juga: Kalah di Dua Laga Awal, Persipa Siap Bangkit Hadapi Nusantara Lampung FC Sore Nanti

Ia juga berjanji akan melakukan pengecoran akses penghubung jembatan dan jalan dalam waktu dekat.

”Dalam RAB ndak ada pengecoran jembatan. Sumber dana dari DD Rp230 juta belum dipotong PPN/PPH. Tidak ada mark-up. Kami mengubah juga berkonsultasi dengan kecamatan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER