BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan Kodim 0722 bekerja sama mulai membuka akses jalan baru yang menghubungkan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dengan Desa Soco atau Ternadi di Kecamatan Dawe. Pembangunan ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif ketika terjadi longsor di jalan utama, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Bupati Kudus bersama Dandim 0722 meninjau langsung pembukaan jalan tersebut, Jum’at (5/12/2025). Dengan didampingi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Kudus berjalan kaki kurang lebih 1,5 kilometer untuk mencapai lokasi pembukaan jalan.
Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025, Lebih 100 Penindakan Dilakukan Satpol PP Kudus, Ini Hasilnya
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menjelaskan bahwa proyek pembukaan jalan dikerjakan melalui program Karya Bakti TNI dan melibatkan personel Polri serta masyarakat setempat. Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta untuk membuka ruas sepanjang 425 meter.
“Dulu hanya berupa jalan setapak, sekarang mulai dibuka sebagai akses baru. Nantinya, lebar jalan jadi empat meter sehingga kendaraan roda empat bisa melintas,” ujar Sam’ani kepada awak media di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Jum’at (5/12/2025).
Ia menuturkan bahwa pembukaan jalan dilakukan bertahap mengingat kondisi medan yang cukup menantang. Sam’ani juga mengapresiasi dukungan Kodim 0722/Kudus, Perhutani, dan warga yang bersedia merelakan sebagian lahannya untuk kepentingan pembangunan.
“Ketika jalur utama tertutup longsor, jalan ini bisa menjadi rute alternatif. Selain itu, kawasan ini punya banyak potensi seperti kebun kopi, jagung, dan tanaman keras yang bisa meningkatkan ekonomi warga,” bebernya.
Jalan baru tersebut juga akan menghubungkan Rahtawu dengan wilayah Kecamatan Dawe, tepatnya Desa Ternadi atau Soco. Meski anggaran tahun 2026 mengalami penyesuaian, Sam’ani memastikan bahwa pembangunan tetap berlanjut hingga seluruh jalur benar-benar tersambung.

“Tahun depan tetap kami anggarkan sekitar Rp1 miliar untuk lanjutan pembukaan jalan,” ungkap Bupati Kudus.
Dandim 0722/Kudus, Hermawan Setya Budi, menyebut, pembukaan jalan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat. Selain untuk evakuasi, akses baru ini juga mendukung kegiatan wisata dan kebutuhan pendidikan warga.
“Jika jalur utama longsor, akses ini bisa langsung digunakan. Jalan ini juga mempermudah mobilitas warga, termasuk anak-anak yang harus berangkat sekolah,” ujar Letkol Hermawan.
Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Kudus dan masyarakat Rahtawu sehingga program Karya Bakti dapat berjalan lancar. Menurutnya, seluruh personel TNI bekerja bersama warga dan memastikan proses pembukaan jalan tidak merusak lahan pertanian.
“Kami berterima kasih kepada warga yang merelakan sebagian lahannya untuk dijadikan jalan. Pembukaan jalan tetap kami lakukan dengan memperhatikan hak warga dan kondisi lingkungan,” bebernya.
Pada tahap awal ini, TNI menargetkan pengerjaan dapat dirampungkan sebelum akhir Desember, meski tetap bergantung pada kondisi cuaca. Pola kerja bergilir sudah disusun agar pembangunan terus berjalan.
Baca Juga: 1.200 Anak Kudus Diajak Gerak Aktif Sejak Dini
Sementara itu, warga Desa Rahtawu Kecamatan Gebog, Sri Wahyuningsih mengaku senang dibukakan akses jalan baru oleh Pemkab Kudus dan TNI. Akses jalan tersebut nantinya akan sangat membantu sekali bagi warga.
“Terutama guna mengangkut hasil panen dan terjadi longsor di jalan utama. Selain itu, juga bisa mempersingkat waktu ketika kami ingin pergi ke wilayah Kecamatan Dawe,” ujarnya. (adv)
Editor: Haikal Rosyada

