31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

TNI Turun ke Sekolah, Pastikan Pelajar Kudus Tak Terlibat Demo

BETANEWS.ID, KUDUS – Antisipasi terkait adanya demontrasi berskala besar yang terjadi di beberapa daerah berujung ricuh, membuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjalin komunikasi dengan berbagai lini, termasuk sekolah di Kabupaten Kudus. Hal itu dilakukan guna mencegah pelajar terlibat dalam aksi unjuk rasa. 

Salah satu sekolah yang berkomitmen dan pastikan siswanya tidak terlibat dalam aksi adalah SMK Muhammadiyah Kudus. 

Baca Juga: Janji Bonus Rp500 Juta Belum Lunas, Eks Pemain Persiku Mengeluh di Medsos

-Advertisement-

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Kudus, Edy Kusmanto menyampaikan, pihak sekolah sudah melakukan sosialisasi terhadap anak didiknya sebelum situasi nasional adanya aksi demo berskala besar. Bahkan, saat terjadi demo di Pati, pihaknya juga sudah mengingatkan para siswa.

“Penyampaian sosialisasi sudah kami jalankan pada waktu upacara dan waktu pembinaan wali kelas di kelasnya masing-masing. Supaya pelajar lebih fokus untuk belajar tanpa memikirkan hal lainnya,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (2/9/2025).

Menurutnya, demo menjadi hal pribadi masing-masing dan itu diperbolehkan. Hanya saja, bagi siswa aksi tersebut tidak menjadi sebuah kewajiban dan keharusan. Mengingat anak pelajar lebih difokuskan untuk belajar dengan giat.

“Imbauannya agar anak untuk tidak mengikuti demo-demo yang ada di lingkungan kita. Demo memang diperbolehkan, tapi anak-anak masih pelajar di SMA, anak-anak tugasnya adalah belajar tidak untuk ikut-ikutan berkecimpung,” ungkapnya.

Edy menyebut, bahwa pelajar di sana tidak akan terlibat demo, lantaran proses KBM padat mulai pukul 7.00-15.30 WIB. Bahkan beberapa siswa ada yang mengambil kegiatan ekstra kurikuler sekolah di luar jam pelajaran normal.

“Tidak ada siswa kami yang ikut demo, Alhamdulillah,” jelasnya.

Baca Juga: PNS dan PPPK Terima SK Pengangkatan, Sam’ani: “Jangan Sampai Mengajukan Cerai”

Sementara itu, Kepala Staf Kodam (Kasdim) 0722/Kudus, Mayor Inf Muhlisin menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini sedang gencar melakukan komunikasi dengan pihak sekolah di Kabupaten Kudus, utamanya tingkat SMP dan SMA. Dengan mengerahkan Babinsa untuk melakukan pendekatan ke sekolah.

“Kami juga berkomunikasi berbagai lini, termasuk ke sekolah. Ini sudah kami kerahkan seluruh Babinsa untuk berkomunikasi dengan sekolah, sehingga ini merupakan langkah preemtif dan preventif. Karena orang tua siswa tahu ketika jam sekolah menjadi tanggung jawab guru dan kepsek,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER