31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Soal Isu Bonus Pemain Musim Lalu, Manajemen Persiku Tegaskan Tidak Ada Tunggakan

BETANEWS.ID, KUDUS – Manajemen Persiku Kudus memastikan bahwa urusan bonus pemain musim kompetisi 2024–2025 telah diselesaikan sepenuhnya. Kepastian ini disampaikan untuk meredam isu yang berkembang di media sosial mengenai bonus pemain yang disebut belum tuntas.

Isu tersebut mencuat setelah mantan Kapten Persiku, Jajang Mulyana, menulis komentar di akun pribadinya yang menyinggung soal bonus tim Macan Muria di Liga 2 musim lalu. Hal itu sempat memunculkan spekulasi bahwa hak pemain belum dipenuhi.

Baca Juga: Janji Bonus Rp500 Juta Belum Lunas, Eks Pemain Persiku Mengeluh di Medsos

-Advertisement-

Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia (Resmi) yang menaungi Persiku, Abdul Fuad Amirul Adha, menegaskan tidak ada tunggakan dalam pembayaran bonus musim lalu. Semua hak pemain sudah diberikan sepenuhnya.

“Para pemain bekerja secara profesional, begitu juga manajemen yang telah menunaikan kewajibannya. Hak mereka sudah kami selesaikan,” tegasnya melalui sambungan telepon, Selasa (2/9/2025).

Amirul menjelaskan, mekanisme pembagian bonus memang ditentukan melalui kebijakan internal manajemen. Menurutnya, pembagian tidak hanya berbentuk nominal tetap, tetapi mempertimbangkan berbagai variabel sesuai porsi masing-masing penerima.

“Bonus ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat. Untuk laga terakhir yang sangat krusial, manajemen memutuskan bonus tidak hanya untuk pemain dan pelatih, tetapi juga mencakup jajaran manajemen hingga kitman. Semua mendapat bagian sesuai kontribusinya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, nominal bonus yang diberikan untuk pemain dan pelatih biasanya tidak lebih dari Rp100 juta. Namun khusus pada laga penentu musim lalu, manajemen memperluas penerima bonus agar seluruh elemen tim merasakan penghargaan bersama.

“Besaran bonus memang berbeda-beda karena ada variabel perhitungan. Jika masih ada yang keberatan, tentu akan kami cek ulang lagi. Prinsipnya semua pihak yang berkontribusi telah menerima haknya,” ujarnya.

Amirul menambahkan, pembagian bonus merupakan hak prerogatif manajemen, tetapi selalu dilakukan melalui koordinasi dengan pelatih dan jajaran terkait. Langkah itu diambil agar ada transparansi sekaligus memastikan keadilan.

Lebih lanjut, ia berharap isu bonus musim lalu tidak mengganggu fokus tim menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2025–2026. Menurutnya, seluruh jajaran pelatih dan manajemen kini sedang bekerja keras menyiapkan tim yang lebih solid.

Baca Juga: PNS dan PPPK Terima SK Pengangkatan, Sam’ani: “Jangan Sampai Mengajukan Cerai”

“Lawan-lawan di grup timur tidak bisa dianggap remeh. Karena itu kami ingin Persiku siap secara mental maupun teknis. Fokus kami saat ini adalah memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Kudus,” ungkapnya.

Amirul juga mengajak suporter dan pecinta sepak bola Kudus untuk terus memberikan dukungan. Ia menegaskan, keberhasilan Persiku tidak hanya ditentukan oleh manajemen dan pemain, tetapi juga semangat bersama dari seluruh elemen yang mencintai tim Macan Muria.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER