31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Kisah Nadiva Atlet Cilik Lombok Tengah, Latihan Skipping Seribu Kali Demi Audisi Umum PB Djarum 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, Senin (8/9/2025), halaman GOR Djarum Jati, Kudus sudah dipenuhi riuh rendah suara. Anak-anak berseragam bulutangkis berlarian kecil, sementara di sudut lain para orang tua sibuk membetulkan raket, sepatu, buah hati mereka. Suasana yang sarat harapan itu menandai dibukanya Audisi Umum PB Djarum 2025.

Di dalam arena, lampu-lampu menyala terang. Lapangan hijau dengan garis putih tegas seakan menjadi panggung besar tempat ribuan mimpi kecil dititipkan. Tak kurang dari 1.729 atlet muda datang dari penjuru negeri. Dari Sumatra hingga Papua, mereka berkumpul dengan semangat yang sama: ingin membuktikan diri.

Baca Juga: Bulutangkis Indonesia Kembali ke Jalurnya, Ketua PB Djarum Ingatkan Pentingnya Kaderisasi

-Advertisement-

Tahun ini audisi membuka tiga kategori: U-11 (usia 8–10 tahun), KU-11 (11 tahun), dan KU-12 (12 tahun), baik putra maupun putri. Aturan itu membuat pertandingan terasa lebih sepadan. Anak-anak yang umurnya masih belia tak perlu takut menghadapi lawan jauh lebih besar.

Di tribun, para orang tua duduk tegang. Ada yang menggenggam tangan, ada pula yang berulang kali menyeka keringat di dahi. Mereka tahu, setiap langkah kecil anak di lapangan adalah buah dari doa panjang dan kerja keras latihan berbulan-bulan.

Para peserta terlihat antusias mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Sebelum bertandinga, mereka ada yang sparingan tepok bulu dengan rekan di area luar GOR Bulutangkis PB Djarum, Jati Kudus. Ada juga yang duduk bersama keluarga. Serta ada yang pemanasan dengan berlari-lari kecil.

Salah satu peserta, Nadiva Nur Asmara (11), mengaku sangat antusias dapat mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025. Sejak lama, siswi asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu bercita-cita tampil di ajang pencarian bakat bulu tangkis bergengsi tersebut.

“Sejak dulu saya ingin bisa ikut Audisi Umum PB Djarum. Tahun 2025 ini akhirnya keinginan itu terwujud. Jadi saya sangat antusias,” ujar Nadiva kepada Betanews.id di GOR Bulutangkis PB Djarum, Jati, Kudus, Senin (8/9/2025).

Didampingi kedua orang tuanya, Nadiva datang ke Kudus dengan harapan besar. Ia memilih mengikuti audisi PB Djarum karena terbukti melahirkan banyak atlet berprestasi, baik di level nasional maupun internasional.

“Cita-cita saya bisa jadi atlet bulu tangkis juara. Makanya saya ikut Audisi PB Djarum, semoga bisa lolos,” tambahnya, sembari menyebut pemain tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, sebagai idolanya.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Nadiva mengaku telah mempersiapkan diri secara serius. Sejak dua tahun terakhir ia bergabung dengan klub bulu tangkis di daerahnya. Selain itu, ia menambah porsi latihan mandiri setiap hari.

“Bangun Subuh saya langsung latihan shadow dan skipping. Bahkan dalam sehari bisa skipping sampai seribu kali. Semua itu saya lakukan agar bisa tampil maksimal di Audisi PB Djarum 2025,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan peserta lain, Muhammad Hafidz Raid Dalianto (10), asal Kota Jambi. Ia menyebut keikutsertaannya di Audisi Umum PB Djarum tahun ini merupakan pengalaman pertama.

“Cita-cita saya ingin jadi juara dunia bulu tangkis. Karena itu saya datang ke Kudus untuk mengikuti audisi PB Djarum,” kata Hafidz.

Baca Juga: Selain Alwi, Atlet Jebolan PB Djarum Ini Jadi Harapan Baru Tunggal Putra Indonesia

Hafidz mengenal bulu tangkis sejak usia enam tahun melalui ayahnya yang gemar bermain olahraga tersebut. Sejak itu, ia mulai berlatih serius di klub bulu tangkis di Jambi dan beberapa kali meraih juara dalam turnamen lokal.

“Prestasi itu jadi bekal saya ikut Audisi PB Djarum. Meski baru pertama kali, saya optimistis bisa meraih hasil terbaik, lolos seleksi, dan mendapatkan beasiswa untuk menjadi atlet PB Djarum,” ujarnya penuh semangat.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER