BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menerima kunjungan rombongan Bupati Garut di kawasan Sentra Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Desa Megawon, Kecamatan Jati, pada Jumat (25/7/2025).
Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding Pemerintah Kabupaten Garut terkait pengelolaan kawasan industri hasil tembakau yang dikelola oleh Pemkab Kudus. Wabup Bellinda menyambut positif agenda tersebut, sekaligus mengapresiasi minat daerah lain yang ingin belajar dari keberhasilan KIHT Kudus.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Terintegrasi di Desa Kandangmas Diharapkan Jadi Role Model Bagi Desa Lain
“Terima kasih kepada rombongan Bupati Garut. Saya merasa bangga menerima tamu yang luar biasa hari ini,” ujar Bellinda.
Menurutnya, keberadaan KIHT Kudus menjadi magnet bagi daerah lain, khususnya yang memiliki industri rokok, untuk menimba ilmu. Pemkab Kudus pun terbuka untuk bersinergi dengan daerah mana pun, termasuk Garut, dalam upaya memperkuat kerja sama lintas sektor.
“KIHT di Kota Kretek ini sangat berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Ratusan warga setiap hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di kawasan ini,” terangnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, lanjut Bellinda, keberadaan KIHT juga berperan dalam mengurangi peredaran rokok ilegal melalui pengawasan yang lebih terpusat dan sistematis. Tak hanya itu, KIHT turut menjadi wadah pengembangan usaha bagi pelaku industri rokok skala kecil hingga menengah.
“Manfaatnya sangat besar. Tidak hanya ekonomi, tapi juga berdampak pada pengurangan peredaran rokok ilegal dan peningkatan pendapatan daerah,” imbuhnya.
Bellinda mengungkapkan, saat ini KIHT Kudus telah menampung sebanyak 17 unit atau tenan usaha rokok. Antusiasme para pelaku usaha untuk bergabung pun terus meningkat.
“Alhamdulillah, respon pelaku usaha sangat positif. Saat ini sudah ada 17 tenan, dan kami yakin jumlahnya akan terus bertambah,” ujarnya.
Ia berharap, bertambahnya jumlah unit usaha di KIHT akan memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan daerah, khususnya melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan bahwa kunjungannya ke KIHT Kudus merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkaya wawasan dalam pengelolaan industri hasil tembakau.
“Kami melakukan studi banding ke KIHT Kudus karena melihat pengelolaannya yang sangat baik. Ini jadi pembelajaran penting bagi kami,” ujarnya.
Baca Juga: Bank Jateng Siap Dukung Permodalan Kopdes Merah Putih di Kudus
Syakur berharap, hasil dari kunjungan tersebut dapat diterapkan di Kabupaten Garut, mengingat daerahnya juga merupakan salah satu penghasil tembakau di Jawa Barat dan memiliki industri sejenis.
“Kami belajar banyak di sini, mulai dari manajemen hingga tata kelola kawasan. Semoga ke depan, Garut bisa membangun dan mengelola kawasan serupa seperti yang ada di Kudus,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

