31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Di Masa Kepimpinan Bupati Sam’ani, Para Kades di Kudus Diminta untuk Lebih Pintar

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melaksanakan rapat kerja wilayah (rakorwil) Kecamatan Kota dan Mejobo di Aula Balai Kelurahan Mlatinorowito, Rabu (30/7/2025). Pada momen tersebut Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris meminta agar kepala desa (kades) dan lurah di Kota Kretek harus lebih pintar lagi pada masa kepimipinannya.

Sam’ani menyampaikan, bahwa rakorwil ini merupakan ajang komunikasi antara dirinya dan para kades di Kudus. Pasalnya, sejak jadi Bupati bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, dirinya belum silaturahmi, berinteraksi maupun berkomunikasi dengan para kepala desa maupun camat.

Baca Juga: Banyak Bocil di Kecamatan Undaan Tergabung Gangster, Kades Berugenjang Ngadu ke Bupati Kudus

-Advertisement-

“Tujuannya untuk menyamakan visi-misi, bagaimana mengatasi berbagai persoalan, baik di tingkat desa maupun kabupaten,” ujar Sam’ani kepada awak media seusai acara.

Selain itu, lanjut Sam’ani, kegiatan ini bisa jadi ajang bagi para kades untuk menyampaikan saran maupun keinginan kepada Bupati Kudus. Hal tersebut agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi.

“Supaya para kades turut berkontribusi melaksanakan kebijakan kami kepada masyarakat,” bebernya.

Terutama yang jadi prioritas, katanya, yakni persoalan sampah, penanganan kemiskinan, stunting, kekurangan gizi, ketahanan pangan dan lain sebagainya. Kemudian juga pihaknya akan mensuport program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kudus.

Ia juga mengimbau agar kepala desa di Kabupaten Kudus selama kepimpinannya harus lebih pintar lagi. Harus belajar terus bagaimana menggali potensi desa, serta memahami berbagai persoalan yang ada beserta solusinya.

Baca Juga: CFN Kudus Siap Digelar Akhir Pekan Ini, Ratusan Pedagang Diverifikasi

Para kades juga harus mampu mengukur tingkat pertumbuhan desa. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi desa. Termasuk pengangguran, angka kemiskinan, daya saing wilayah, dan pendapatan masyarakat desa.

“Bappeda Kudus nanti saya instruksikan untuk memberikan indikator-indikator tersebut, sebagai parameter penilaian desa untuk menuju masyarakat desa yang sejahtera,” bebernya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER