SPMB Diperbolehkan Pilih Lebih dari Satu Jalur, Namun Banyak Wali Murid di Kudus Tak Tahu

BETANEWS.ID, KUDUS – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, pendaftar diberi keleluasaan untuk memilih lebih dari satu jalur pendaftaran, tergantung dokumen yang dimiliki. Namun, belum semua orang tua siswa memahami aturan ini secara utuh.

Ketua Panitia SPMB SMP 2 Kudus, Joko Susanto, menjelaskan, sistem penerimaan murid baru saat ini memungkinkan pendaftar melakukan lintas jalur. Setidaknya calon murid bisa memilih dua jalur pilihan sekaligus.

Baca Juga: Tambah Kategori Usia dan Nomor Perlombaan, MilkLife Athletics Challenge Makin Kompetitif

-Advertisement-

“Siswa bisa memilih lebih dari satu jalur. Misalnya jalur domisili dan prestasi, bahkan bisa sampai tiga jalur jika memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), yakni domisili, prestasi, dan afirmasi,” jelasnya, Senin (23/6/2025).

Joko menegaskan sistem akan memprioritaskan jalur sesuai urutan yang ditentukan, dengan jalur domisili menjadi yang paling utama. 

“Secara perangkingan, bukan berarti diterima di dua jalur. Sistem tetap memilih satu yang paling dekat dengan sekolah,” jelasnya.

Kebijakan ini, menurutnya, belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. 

“Masih ada yang belum tahu karena ini sistem baru. Kami terus sampaikan dalam sosialisasi, tapi belum semua orang tua paham, terutama yang belum sempat ikut sosialisasi,” katanya.

Sementara itu, admin operator SMP 1 Jati, Ari Sugiyanti, menyampaikan bahwa beberapa orang tua masih belum mengetahui bahwa pendaftaran bisa dilakukan lintas jalur. 

“Kalau mereka verifikasi ke sekolah, kami sampaikan bahwa bisa memilih minimal dua jalur sesuai dokumen. Tapi kalau belum verifikasi, mungkin belum tahu,” katanya.

Ari menjelaskan, ada peserta yang mau mencabut pendaftaran karena ingin mengambil pilihan lain. Sehingga pihaknya secara langsung menjelaskan kepada wali murid untuk bisa mendaftar ke jalur berbeda, selain jalur yang di pilih.

“Kami sarankan tidak mencabut selama masih diterima di salah satu sekolah. Tapi di hari ketiga atau keempat, biasanya mulai ada pergerakan atau pencabutan untuk ambil jalur lain,” ungkapnya.

Salah satu wali murid asal Getas Pejaten, Muhammad Sholeh, mengaku baru mengetahui bahwa pendaftaran bisa dilakukan lebih dari satu jalur. Pihaknya yang tak mengerti banyak soal teknologi, mengaku kesulitan mendaftar dengan sistem online.

“Saya kira cuma bisa satu jalur. Anak saya daftar lewat jalur domisili dan prestasi, tapi saya baru tahu kalau ternyata bisa dua. Ini pilihan pertama kami prestasi,” ujarnya.

Baca Juga: Galian C di Dekat Bendungan Logung Dipastikan Ilegal

Sholeh mengatakan anaknya memilih SMP 1 Jati karena dekat dari rumah dan banyak saudara yang sudah bersekolah di sana. Ia juga berharap sistem pendaftaran lebih mudah dipahami. 

“Harapannya dibuat gampang. Saya ini nggak paham teknologi, kasihan yang di pedalaman. Kalau nggak ngerti sistem bisa bingung sendiri,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER