BETANEWS.ID, PATI – Satu bulan lebih Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tak pernah benar-benar kering. Sejak gelombang rob datang pada 18 Mei 2025, air pasang terus membanjiri permukiman warga. Kini, desa pesisir ini menghadapi ancaman serius, tenggelam perlahan, seperti yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
38 rumah di RT 05 RW 01 kini berada dalam genangan. Tak hanya rumah-rumah warga, sebuah musala pun ikut terendam. Genangan rob tak hanya mengganggu aktivitas harian, tapi juga mencemaskan masa depan desa yang berada di ujung utara Pati ini.
Baca Juga: Peringkat 1 Nasional, Bupati Pati Tantang Koperasi Desa Tunjukkan Kiprah Nyata
“Kalau tidak ditanggulangi, bisa seperti Sayung, beberapa desa bisa hilang,” ujar Karnawi, aktivis mangrove asal Desa Tunggulsari, Selasa (24/6/2025).
Peringatan ini bukan sekadar omong kosong. Abrasi dan rob yang berulang-ulang telah mengikis tanah, menenggelamkan tambak, dan menghantui kehidupan warga saban hari.
Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi. Ia mengaku telah mengupayakan berbagai langkah penanggulangan. Namun, tanpa campur tangan pemerintah yang lebih besar, semua akan percuma.
“Takutnya kalau tidak ada penanganan serius bisa menjadi seperti di Sayung. Sekarang masyarakat sudah menggunakan warung untuk tambak-tambak,” kata Setyo.
Peninggian jalan pernah dicoba, tetapi air tetap lebih tinggi. Menurut Setyo, genangan bisa mencapai 40 sentimeter meski jalan telah ditinggikan.
“Kita melakukan peninggian. Tapi kita selalu dihadapkan dengan datang rob lagi. Jadi jalan tetap tinggi dan tergenang sampai tergenang dengan ketinggian 40 sentimeter,” ucapnya.
Baca Juga: Aksi Unik Seniman Juwana Gaungkan Solidaritas untuk Palestina Lewat Wood Block Printing
Lebih dari sekadar masalah permukiman, banjir rob juga melumpuhkan ekonomi. Ratusan hektare tambak ikan di kawasan Tunggulsari dan desa-desa sekitarnya ikut terendam. Para petambak merugi, dan kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Desa Tunggulsari kini menjadi alarm keras bagi Kabupaten Pati. Jika tak segera ditangani serius, bukan tak mungkin desa ini akan tinggal nama, menyusul jejak desa-desa yang hilang ditelan rob di Sayung, Demak.
Editor: Haikal Rosyada

