31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Dua Hari Jelang Kurban, Harga Bahan Pokok di Kudus Naik, Daya Beli Turun

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Bitingan Kudus mengalami kenaikan. Meski ada kenaikan harga, namun hal tersebut disebut masih wajar.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, Andi Imam Santoso mengatakan, kenaikan harga bahan pokok terjadi sejak awal pekan ini atau hari Senin (2/6/2025), terutama pada harga cabai.

Baca Juga: Tak Semua SMP di Kudus Terapkan Pendaftaran Daring, Ini Tiga Sekolah yang Gunakan Sistem Luring

-Advertisement-

“Sejak hari Senin kemarin kami sudah mulai memantau. Di pekan ini ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan sedikit. Wajar karena kebutuhan masyarakat memang meningkat jelang hari besar,” ungkapnya usai melakukan pantauan pasar, Rabu (4/6/2025).

Ia merinci, harga tomat dan telur masing-masing naik seribu rupiah, sementara cabai rawit setan mengalami lonjakan paling signifikan. 

“Cabai setan naik, tapi cabai lain tidak. Bawang merah dan putih juga ada kenaikan sedikit. Secara umum kenaikan harga masih terjangkau, tidak sampai 10 persen atau hanya sekitar 5 persen,” ujarnya.

Selain pantauan harga, pihaknya juga melakukan pantauan terhadap ketersediaan barang di pasar. Ia menyebut, hingga saat ini stok bahan pokok, utamanya di Pasar Bitingan Kudus masih aman. Khusus untuk daging, lanjut Andi, harganya masih stabil dan justru tidak mengalami kenaikan harga. 

“Warga kemungkinan masih menunggu pembagian daging kurban,” sebutnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga telah mengantisipasi lonjakan permintaan gas elpiji dengan mengajukan tambahan kuota sebesar 5 persen. Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di kala lebaran kurban tahun ini.

“Kami berupaya terus memantau dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang dan pasca-Iduladha,” ujarnya.

Meski demikian, Andi mengakui bahwa daya beli masyarakat saat ini belum menunjukkan pemulihan. Bahkan selama dua tahun terkahir ini, kondisi pasar masih dalam keadaan sepi.

“Daya beli masih stagnan, tidak begitu baik. Dua tahun ini kondisinya sama, semoga saja ekonomi kita segera membaik,” ucapnya.

Salah satu pedagang Pasar Bitingan, Sofia Kistiana mengaku, kenaikan harga berdampak pada menurunnya volume pembelian konsumen. Kenaikan harga menurutnya terjadi sejak Senin di pekan ini.

“Biasanya mereka ambil 20 kilo, sekarang cuma 10 kilo. Mungkin karena sepi juga, biasanya ramai tapi sekarang pembelinya berkurang. Kafe-kafe yang biasa ambil juga mengurangi belanjaan mereka,” tuturnya.

Sofia menyebut, meski harga sayuran masih stabil, namun tren penurunan daya beli mulai terasa sejak awal pekan. Ia berharap kondisi pasar bisa kembali membaik usai Iduladha nanti.

Baca Juga: Sebulan, Polres Kudus Tangkap 9 Tersangka Kasus Narkoba

Ia merincikan, harga cabai rawit merah naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Rawit putih stabil di Rp22 ribu, rawit hijau Rp45 ribu, cabai keriting merah Rp35 ribu, dan keriting hijau Rp25 ribu. Adapun harga telur naik dari Rp26 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.

“Khusus untuk cabai naik Rp5 ribu, lalu untuk sayuran tomat ada kenaikan Rp4 ribu. Sedangkan untuk saat ini yang paling banyak kenaikan terjadi pada timun, yang naik sampai Rp8 ribu,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER