31 C
Kudus
Jumat, Januari 23, 2026

Ecoprint Buatan Imah Laku Terjual Hingga Seluruh Indonesia

Produk fesyen ramah lingkungan karya Nunung Noor Khamimah dengan label “Jati Semi Ecoprint” terus menarik perhatian pasar di seluruh daerah di Indonesia. Dibuat dengan teknik ecoprint menggunakan dedaunan dan pewarna alami, produk ini memadukan estetika alam yang ramah lingkungan.

Berbagai item yang diproduksi meliputi gamis, rok, kebaya, cardigan, sajadah, kaos kaki, hingga aksesori seperti tas dan dompet. Produk-produk ini berbahan dasar kain alami seperti katun premis, rayon twil, tenun ATBM, dan sutra. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp2 juta, tergantung bahan dan tingkat kerumitan proses.

“Paling laris kain ecoprint untuk gamis dan kebaya, apalagi saat musim pernikahan. Banyak pesanan datang dari berbagai kota di Indonesia,” katanya kepada Betanews.id, baru-baru ini.

-Advertisement-

Baca juga: Dari 8 Ekor Sapi Jadi Ratusan, Kisah Hyro, Peternak yang Bangkitkan Ekonomi Desa Prawoto

Dalam proses produksinya, Imah sapaan akrabnya, memanfaatkan dedaunan lokal seperti jati, pakis, bunga sepatu, jarak wulung, sebagai motif dalam karya ecoprint yang dibuat. Proses pewarnaan alami diperoleh dari bahan seperti kayu secang, tingi, ulin Kalimantan, ketapang, dan pewarna kuning dari tumbuhan teger. 

Sebagian besar bahan baku tumbuhan ia ambil dari lingkungan sekitar rumahnya di Jati Kulon RT 1 RW 5, Kecamatan Jati.

“Kita tidak boleh egois, kalau mau mengambil ya harus menanam tumbuhan sendiri. Jadi kreasi motif ini saya ambilkan tumbuhan di depan rumah yang sengaja saya tanam,” ungkap wanita berusia 48 tahun itu.

Ia menyebut, teknik ecoprint yang digunakan ada dua proses, yaitu ecopounding (mengecap motif daun ke kain dengan cara dipukul) dan eco steaming (mengukus hasil cetakan). Proses pembuatan satu kain ukuran dua meter dapat memakan waktu hingga lima jam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER