Di sebuah desa yang tenang di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, suara kambing dan sapi terdengar nyaring di pagi hari. Suara-suara itu bukan hanya rutinitas di peternakan, tapi juga menjadi saksi perjalanan panjang seorang Ahmad Hyro Fachrus, peternak asal Desa Prawoto yang berhasil menyulap keterbatasan menjadi ladang rezeki yang menghidupi banyak orang.
Berawal dari delapan ekor sapi yang ia pelihara 12 tahun lalu, Hyro kini menjadi salah satu peternak sukses di Pati. Total sudah 200 ekor sapi yang dia kelola, ditambah ribuan domba yang penjualannya menjangkau hingga Jakarta dan berbagai daerah lain.
Kesuksesannya tak hanya mengangkat ekonomi keluarga, tapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitarnya.
Baca juga: Kaffah Mart, Pusat Perlengkapan dan Oleh-oleh Haji di Pati yang Selalu Ramai Pembeli
“Di kampung, yang paling bisa dikembangkan ya ternak. Saya dulu coba-coba, ternyata ada untungnya,” ujar Hyro mengenang awal mula perjalanannya.
Tak sekadar mencari untung pribadi, Hyro juga aktif mengajak anak-anak muda di desanya untuk ikut terlibat. Ia sadar, jika tidak dimulai dari sekarang, semangat generasi muda untuk bertani atau beternak bisa padam.
Kini, Hyro bekerja sama dengan 12 mitra peternak dan mempekerjakan lima orang karyawan untuk mengelola kandang sapinya. Usaha domba pun dikembangkan bersama mitra dengan sistem kemitraan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

