Hal tersebut membuat pihak sekolah merasa tidak nyaman. Sebab muridnya ada yang merasa ketakutan sampai bersembunyi di bawah kolong meja karena ditegur oleh pihak ahli waris. Murid tersebut tidak sengaja menyenggol pohon pisang saat bermain bola.
“Tapi Alhamdulillah pohon pisangnya ini sudah dicabut, sehingga tadi pagi sudah bisa digunakan siswa untuk olahraga,” katanya.
Ia mengatakan saat ini jumlah murid di SDN 10 Karanggondang sebanyak 98 murid mulai dari kelas 1-6. Kemudian di tahun ajaran baru 2025/2026 ia sudah menerima 28 murid baru dan tiga orang murid cadangan.
Baca juga: Sengketa Lahan, SDN 10 Karanggondang Jepara Terancam DitutupÂ
Meskipun baru tiga tahun memimpin, ia mengatakan jumlah murid di SDN 10 Karanggondang juga selalu bertambah setiap tahun. Sehingga ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bisa segera menyelesaikan persoalan hak status tanah di SDN 10 Karanggondang.
“Harapan saya SDN 10 Karanggondang ini tetap berdiri kokoh, KBM (kegiatan belajar mengajar) kita tetap berjalan seperti semula. Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai sehingga bisa ditempati dengan nyaman oleh anak-anak dan bapak ibu guru yang lain,” katanya.
Editor: SuwokoÂ

