BETANEWS.ID, PATI – Permukiman warga di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati kembali direndam banjir. Kali ini, penyebabnya adalah jebolnya tanggul Sungai Widodaren akibat hujan deras yang mengguyur sejak kemarin.
Ironisnya, ini adalah banjir keempat kalinya dalam dua bulan terakhir, membuat warga mengeluh karena merasa sudah sangat terdampak.
Baca Juga: Rencana Sudewo Naikkan PBB 250% Tuai Kritik, Direktur Inhaka: ‘Jangan Aneh-Aneh’
Pantauan di lapangan, hingga pukul 12.00 WIB, genangan masih membanjiri jalan-jalan desa, rumah-rumah warga, hingga sebuah sekolah dasar. Ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 80 centimeter.
Salah satu warga, Pargiman mengatakan, banjir mulai merendam desa sejak dini hari.
“Terus sini tanggul nggak muat akhirnya jebol,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).
Banjir kali ini menurut Pargiman adalah yang paling parah sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, banjir sudah terjadi berturut-turut di bulan Maret, April, dan Mei.
“Ini sudah keempat kali. Terlalu besar kali ini,” ungkapnya.
Dengan kedalaman genangan mencapai hingga 80 sentimeter, ia menyebut banjir kali ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
“Kedalaman ada 40 sampai 80 centimeter,” jelasnya lagi.
Tak hanya menggenangi jalanan dan rumah, banjir ini juga berdampak pada sekitar 500 rumah warga.
“Ada sekitar 500-an rumah terendam,” lanjut Pargiman.
Ia pun berharap agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki tanggul Sungai Widodaren yang jebol, agar warga tak terus-terusan menjadi korban banjir.
“Harapannya pemerintah itu cepat menangani tanggulnya yang jebol itu,” harapnya.
Baca juga: Warga Pati Siap-siap! Bupati Bakal Naikkan Tarif PBB yang Fantastis hingga 250%
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya menyampaikan, bahwa banjir tak hanya melanda Desa Ketitang Wetan. Tercatat enam desa terdampak, termasuk Desa Gunungpanti (Winong), Sinomwidodo dan Angkatan Kidul (Tambakromo), serta Tanjunganom dan Gabus (Kecamatan Gabus).
Martinus menyebut hujan deras sejak Senin (19/5/2025) menjadi pemicu utama meluapnya air dan jebolnya tanggul di beberapa titik.
Editor: Haikal Rosyada

