Selisih Volume Tak Pengaruhi Penjualan Minyakita di Jepara 

BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan hasil pengujian dari UPTD Metrologi Legal Kabupaten Jepara di 12 pasar tradisional dari 24 sampel, 75 persen diantaranya ditemukan selisih volume atau berat dalam kemasan Minyakita dengan berat sebenarnya. Namun, selisih volume tersebut tidak berdampak pada penjualan Minyakita. 

Kunafah, Pedagang Sembako di Pasar Jepara Satu bercerita sejak ramainya isu selisih volume dalam kemasan Minyakita ia mengaku tidak banyak menerima komplain dari pembeli. 

Baca Juga: Tiket Elektronik Objek Wisata Jepara Berlaku Mulai 10 April

-Advertisement-

“Pembeli kalau sudah pakai dan hasilnya ngga papa, tapi dikasih tau jangan Minyakita baru pindah. Tapi kalau mintanya yang ekonomis yang penting murah tetap pakai Minyakita,” katanya saat ditemui di Pasar Jepara Satu, Kamis (13/3/2025). 

Sebab menurutnya jika dibandingkan dengan merk minyak lainnya dengan berat yang sama, harga Minyakita cenderung lebih. Minyakita dengan berat 1 liter dijual dengan harga Rp18 ribu. Sedangkan merk minyak lainnya dengan berat yang sama dijual mulai dari Rp19-21 ribu. 

“Harganya kan memang lebih murah, di sini saya jual Rp18 ribu. Kalau yang lainnya kan Rp18 ribu ngga ada satu liter. Kalau merk lainnya kemasan 1 liter kan harganya Rp18 ribu ke atas,” ujarnya. 

Hal yang sama juga turut disampaikan oleh Winarti, Pedagang sembako di Pasar Welahan. Ia mengatakan sejauh ini jumlah pembeli Minyakita tidak mengalami perubahan. Meskipun terdapat selisih volume masih banyak pembeli yang memilih Minyakita dibanding merk lainnya. 

“Pembeli masih banyak, yang dicari tetep Minyakita. Dikasih merk yang lain kalau sudah fanatik Minyakita yang dicari ya tetep Minyakita,” katanya. 

Baca Juga: Sidak Minyakita di Pasar Jepara, Polisi Temukan Selisih Volume

Sebagai pedagang ia sendiri mengaku sudah sejak lama mengetahui jika volume atau berat Minyakita yang tertera dalam kemasan dengan berat sebenarnya terdapat selisih. Namun hal tersebut, biasanya terjadi pada Minyakita yang diproduksi oleh produsen rumahan. 

“Selama ini pembeli sebenarnya juga sudah banyak yang tahu, kadang tanya kok ukurannya kecil, ya saya sampaikan iya ini ngga ada seliter, tapi ya mereka tetep beli karena harganya lebih murah,” ujarnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER